Harga BBM Naik (Lagi!)

Harga BBM katanya naik lagi tahun ini. Lho memang sebelumnya sudah pernah naik? Yah sudah lah….sudah sekian kali tak terhitung berapa kali. Jadi tak aneh harga BBM naik, kita tak perlu terlalu syok karena sudah pernah mengalami.

Sementara harga BBM sudah move on, namun rakyatnya juga belum move on. Sementara gaji juga belum move on, gimana rakyat mau move on? :)  Yah wajar lah rakyat marah harga BBM naik, pastinya nanti harga sembako, tarif transport dll pastinya juga naik.

Harga BBM tahun ini, naik Rp.2000 hari Selasa kemarin (18/11). Diumumkan oleh Presiden Jokowi hari senin malam. Responnya beragam. Ada yang bilang tak masalah harga BBM naik, ada yang langsung kritik, ada yang demo, ada yang mogok, ada juga yang masih belum tahu juga apa itu artinya BBM.  :D

Terus terang yang paling parah adalah Baca lebih lanjut

Yang Penting… :”Happy”!

Kesannya seperti slogan iklan, tapi memang begitu kan tujuan kita setiap hari? Apapun yang terjadi…. yang penting happy alias bahagia.
Kita ingin bahagia. Apapun yang terjadi kita harus tetap bahagia. Yang penting happy. Percuma kita mempunyai mobil mewah, uang banyak, pekerjaan yang bergengsi, jabatan tinggi, gaji besar, pendidikan tinggi, badan sehat tak kurang suatu apapun, istri cantik, dsb namun kita tidak bahagia. Bayangkan, itu berarti kita sama saja kita hidup di zaman perang dunia. Meskipun kita orang kaya dan memiliki segalanya, namun kita tak dapat menikmati hidup; dimana kita senantiasa bersedih dan dikepung dalam kemurungan.

Apakah sebenarnya bahagia?
Dimana kita bisa tersenyum, tertawa, berpikir positif; sama sekali jauh dari rasa sedih, duka, marah ataupun dendam.
Bahagia adalah kita dapat merasa senang dimana pun dan kapan pun kita berada. Banyak cara agar seseorang bahagia, dengan berlibur, menonton acara hiburan atau makan makanan yang enak.
Sebenarnya tak perlu sulit dan banyak biaya agar kita bahagia.
Bahagia yang terbaik adalah saat kita merasa tanpa beban seberat apapun tuntutan rutinitas sehari-hari. Yang penting happy kan?😄

Bahagia itu sangat sederhana. Kita cukup syukuri saja keadaaan kita apa adanya dan tidak membandingkan keadaan kita dengan orang lain. Ingat, rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau. Apa yang dimiliki orang lain selalu terkesan lebih indah, dan bila kita membandingkan diri sendiri dengan orang lain kita tak akan pernah merasa bahagia karena selalu menuntut diri sendiri.
Kita baru gajian, tapi sedih ketika mengintip transkrip gaji rekan kita jauh lebih tinggi ; kita baru beli mobil Avanza tapi sakit hati lihat tetangga sudah punya Alphard, kita baru menikah tapi bete melihat teman kita pasangannya lebih ganteng, kita sudah punya rumah tapi ngenes lihat saudara kita rumahnya jauh lebih besar, kita baru beli smartphone tapi kecewa melihat teman kita beli iphone 6. Yaaah, kapan mau bahagianya bila terus seperti itu? Kita tak pernah bersyukur akan nikmat diri sendiri dan terus terang biasanya orang yang seperti itu adalah yang sifatnya suka nyinyir alias sirik. 😀

So, stop bandingkan diri kita dengan orang lain. Syukuri saja apa adanya. Terima saja gaji bulan ini, toh masih banyak orang yang belum gajian, masih syukur kita bisa makan. Tak masalah kita naik angkot meskipun teman naik mobil pribadi, toh yang penting selamat sampai tujuan. Tak mengapa rumah masih sempit, setidaknya ada tempat berlindung. Tak apa hanya ponsel biasa, setidaknya sinyalnya bagus dst…..syukuri saja dan nikmati saja hidup ini…dan yang penting : happy!(arlin, 19/11/14)

Emosi

Masih ingat beberapa waktu lalu sempat ada trending topic dengan hashtag ‘shame on you’ lalu seminggu lagi berubah menjadi ‘thank you’ dan lucunya ditujukan kepada orang yang sama.
Tak perlu diperdebatkan siapa yang membuat hashtag tsb, tapi bukankah memang begitu kan kita dalam keadaan sehari-hari? Hari ini ‘I hate you’ lalu besok jadi ‘I love you’…hari ini mengatakan ‘aku benci kamu’ besok berkata ‘aku rindu kamu’, hari ini mengatakan ‘kamu jelek’ besok jadi ‘kamu cantik’, hari ini ‘aku muak melihat wajahmu’ besoknya ‘aku rindu kamu’, hari ini kita buang semua foto seseorang lalu besoknya kita merasa kehilangan dan terpaksa kita pandang profile picturenya di sosial media tanpa bosan, hari ini mengatakan ‘don’t call me again’ besok ‘please call me’.

Kesannya seperti munafik bila mendengar seseorang mengatakan ‘I hate you’ lalu esoknya menjadi ‘I love you’..terkesan plin-plan dsb. Tapi memang begitu kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari. Why? Setiap hari ada kalanya kita merasa jenuh, stress yang dipicu oleh masalah pekerjaan, rutinitas lainnya ada kalanya yang menjadi sasaran emosi biasanya adalah orang-orang di sekitar kita, dan bukannya tidak mungkin yang awalnya kena dampak adalah orang-orang terdekat tempat kita biasa berbagi yang selalu kita temui seperti keluarga, teman, pacar, sahabat dsb.
Adanya stress karena rutinitas dsb dapat memicu emosi pribadi, dan tak heran kita suka marah atau kesal kepada pacar atau sahabat karena masalah sepele. Ketika emosi memuncak dan menguasai diri, biasanya hilang sudah kesabaran dan toleransi sehingga timbul kata2 kasar di luar kesadaran kita atau bahkan putusnya silaturahmi. Dan hal inilah yang membuat terucapnya kalimat ‘shame on you’, ‘I hate you’ atau ‘don’t call me’

Ibarat gunung, dimana setelah mencapai puncak bukit lalu menurun lagi. Begitu pula emosi manusia. Emosi kita yang sudah memuncak kala membenci seseorang lalu bisa turun kembali…dan muncul sebuah penyesalan. Kita baru menyadari bahwa orang yang kita sempat benci dsb adalah orang yang kita cintai ketika merasa kehilangan.
Sebuah makna berharga dari perpisahan adalah kita baru sadar bahwa selama ini kita mencintai sesuatu atau seseorang ketika kita merasa kehilangan. Kita merasa panik bila tas kita hilang padahal selama setiap hari kita lihat selalu bosan melihatnya. Kita menjerit ketika kacamata kita pecah padahal kita selalu ingin menggantinya dengan contact lens. Kita menangis ketika berpisah dengan seseorang padahal setiap hari kita bertengkar dengannya.
Kita merasa kehilangan dengan seseorang yang setiap hari biasa kita cela, kita kritik, dsb. Dan hari ini tak pernah bertemu lagi baru disadari bahwa dia lah yang terbaik saat tak berjumpa kembali. Maka, bukanlah hal yang munafik bila hari ini ‘I hate you’ lalu jadi ‘I love you’ atau hari ini benci besok rindu.

Bila pernah mengalami, ini adalah hal yang lumrah dan manusiawi. Nikmati saja. That’s life. (arlin,18/11/14)

Tenggelamnya Kapal Van der Wijk

Ketika melihat judul roman ini – terutama setelah filmnya launching – banyak yang salah paham akan isi cerita roman ini. Banyak yang mengira bahwa isi ceritanya mirip dengan kisah klasik alias film “Titanic”. Apalagi saat filmya ditayangkan, yang menjadi cover filmnya adalah gambar kapal :)

Don’t judge the book by its cover. And it’s true. Cerita tentang kapal Van der Wijk-nya hanyalah sepenggalan kisah saja dari seluruh kisah roman yang menakjubkan ini. Intisari dari roman ini adalah tentang adat minangkabau yang ternyata dapat menghalangi kisah cinta dua pasang pemuda yang sedang di mabuk asmara.

Buku ini merupakan karya sastra dari sastrawan dan tokoh agama di Indonesia, Hamka alias Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Cerita roman berlatar belakang Sumatra Barat menceritakan tentang adat minangkabau. Roman ini ditulis oleh Hamka sekitar tahun 1940-an namun ceritanya bisa bertahan sepanjang zaman karena makna yang dikandungnya.

Diceritakan bahwa adat minangkabau merupakan matrilineal alias dominan ibu. Kaum hawa merupakan yang “berpengaruh” di ranah minang. Dan itu sudah membudaya secara turun temurun. Sangat berbeda dengan budaya adat lain yang ada di negeri ini dimana yang mendominasi adalah kaum Adam. Saat itu budaya adat masing-masing suku masih kental, dan belum toleransi dengan suku lain seperti sekarang. Namun ternyata berakibat fatal ketika dua orang dari adat yang berbeda hendak menikah.

Dikisahkan seorang pemuda bernama Zainuddin, Baca lebih lanjut

Susilo Bambang Yudhoyono

sby

Jend. TNI. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono atau yang akrab dikenal SBY. Adalah Presiden RI ke-6 selama 2 periode pada 2004-2009 dan 2009-2010. Beliau memimpin Indonesia selama 10 tahun. Dikenal sebagai karakter yang perfeksionis dan rapi dalam memimpin pemerintahan RI. Beliau dibesarkan dari pendidikan militer dan lulus sebagai yang terbaik pada 1973. Tampan, gagah dan tinggi besar adalah ciri khasnya dimana beliau selalu didampingi istrinya yang cantik serta eksis di dunia maya dan fotografi.

Presiden ‘Pertama’

Secara teori dalam sejarah, SBY sebenarnya adalah Presiden ke 6 di Indonesia setelah Presiden Soekarno dst. Namun bila dilihat dari cara pemilihannya, beliau adalah Presiden ‘pertama’ yang dipilih secara langsung oleh rakyatnya di negeri ini – ketika demokrasi secara langsung dirasakan oleh kita. Sebelumnya Presiden Indonesia masih dipilih secara system parlemen alias dengan perwakilan rakyat, ketika dimulai reformasi pada 1998 pun sebenarnya Pemilu di negeri ini sudah mulai dirubah sistemnya – namun hanya sebatas pemilihan langsung wakil rakyat dan kepala daerah. Ketika era reformasi, rakyat sepertinya masih tidak puas akan pemimpin bangsa ini dan akhirnya lagi-lagi diturunkan sebelum masa jabatannya berakhir. Akhirnya UU Pemilu di rombak lagi, dimana pemilihan Presiden dipilih langsung oleh rakyat. Pada 2004, dilakukanlah Pemilu dengan beberapa tahap pemilihan, salah satunya adalah Pemilihan Presiden..; dan saat itu yang menjadi Presiden pertama yang terpilih langsung dari rakyat yaitu adalah Susilo Bambang Yoedhoyono alias pak SBY :)

Beberapa kali pergantian Presiden di Indonesia biasanya terjadi hanya karena hal-hal genting di negeri ini dimana terpaksa kepemimpinannya direkomendasikan kepada ‘wakil’ atau sejenisnya. Dimana para Presiden tak pernah tuntas masa jabatannya. Soekarno terpaksa memberikan mandate kepada Soeharto karena situasi darurat pemberontakan PKI dan penculikan para jendral, Soeharto terpaksa memberikan kuasanya kepada Habibie karena didesak turun oleh rakyat karena kenaikan harga dan ketidakpuasan rakyat, Gus Dur terpaksa turun dan digantikan Megawati karena lagi-lagi didesak turun oleh karena bentrok dengan DPR dan ketidakpuasan rakyat. Dan presiden yang mendadak naik jabatan pun lagi-lagi sepertinya tidak menimbulkan kepuasan tersendiri bagi rakyatnya. Sungguh miris yah. Sepertinya negeri ini kehilangan sosok pemimpin :(

Dan SBY adalah Presiden ‘pertama’ RI Baca lebih lanjut

Rakyat dan Wakil Rakyat

Apa bedanya rakyat dan wakil rakyat (anggota DPR) ?
Kita sama. Tak ada bedanya antara kita (rakyat) dan mereka (anggota DPR).
Begitulah kita sehari- hari.
Saat kita kerja kita suka ketiduran, begitu pula mereka.
Saat kita kerja kita suka baca koran, begitu pula mereka.
Hanya saja saat kita kerja tidak disorot kamera.
Saat kita kerja main games, begitu pula mereka.
Saat kita kerja suka ngobrol, begitu pula mereka.
Hanya saja saat kita kerja tidak masuk siaran televisi.
Saat kita kerja suka main hape dan chatting, begitu pula mereka.
Saat kita kerja suka buka situs porno, begitu pula mereka.
Hanya saja kita tidak diliput media massa.
Saat perjalanan dinas pun kita suka memanfaatkan uang dinas buat keperluan pribadi.
Begitu pula mereka.
Hanya saja tak ada yang tahu. Atau sebatas rahasia perusahaan.
Wakil rakyat belajar dari rakyatnya.
Rakyatnya makin kekanakan, mereka pun ibarat berada di taman kanak-kanak.
Saat kita kerja mendadak suka kehilangan alat kerja. Begitu pula mereka.
Saat kita rapat kita juga sering ribut. Begitu pula mereka.
Hanya saja kita tak pernah di demo.
Saat kita kerja juga suka mabal. Begitu pula mereka.
Wakil rakyat seharusnya merakyat.
Mereka hanya sebagai wakil, dan kita alias rakyat, sebagai gurunya.
Mereka belajar dari rakyat sehari-hari kelakuannya.
Maka tak heran kelakuan dan kebiasaannya pun sama. Baca lebih lanjut

“Mbak…”

“Mbak” adalah panggilan untuk kakak perempuan di Jawa. Selain bagi kakak, sebutan “mbak” juga ditujukan bagi perempuan yang dianggap paling tua alias paling dihormati dalam keluarga.

“Mbak” bisa juga panggilan bagi seorang perempuan yang dianggap senior, bisa kakak kelas atau di kampus atau di lingkup kerja.

Meskipun panggilan “mbak” merupakan bahasa Jawa, namun sepertinya panggilan ini sudah menjadi panggilan umum bagi panggilan perempuan di Indonesia. Bila kita memanggil seorang perempuan yang belum diketahui namanya di tempat umum, biasanya kita memanggilnya “mbak”. Meskipun yang kita panggil bukanlah perempuan Jawa.

Panggilan “mbak” juga identik dengan panggilan pembantu rumah tangga. Karena biasanya mereka berasal dari Jawa, sehingga selalu dipanggil “mbak.”

Di Indonesia memang masih tabu memanggil seseorang hanya dengan nama. Budaya negri ini masih menjunjung kesantunan sangat tinggi yang diwariskan nenek moyang kita. Untuk memanggil orang tua kita patut memanggilnya “bapak” atau “ibu” dan sejenisnya. Berbeda dengan di negara barat, yang bisa memanggil orang tua hanya dengan memanggil namanya saja. Panggilan pada setiap orang ada “gelar” tertentu tergantung dari tingkatan dalam keluarga, usia, atau untuk menghormati seseorang. Terutama dalam suku Jawa, meskipun seseorang yang lebih muda, kita tetap memanggilnya dengan sebutan “dik” atau “nduk”, sebagai ungkapan bila kita menyayanginya. Sedangkan panggilan “mas” atau “mbak” meskipun yang kita panggil bukanlah kakak kandung, merupakan sebuah tanda bahwa kita menghormati orang yang kita panggil.

Memanggil seseorang hanya dengan sebutan nama biasanya berlaku buat teman-teman seusia, teman main, teman sekelas dsb. Sekarang masyarakat kita sudah lebih toleran bila ada yang tidak memanggil “kak” atau “mbak” selama yang bersangkutan tidak keberatan.

^_^

Saya sendiri

Baca lebih lanjut