Dinda

Young men and women holding mobile phones

Dinda dimanakah kau berada
Rindu aku ingin jumpa
Meski lewat nada

(Katon Bagaskara – Dinda Dimana)

Nama “Dinda” adalah nama yang sederhana. Akan tetapi begitu hangat didengar massa. Sempat di kenal era 90-an melalui lagunya Katon. Lalu muncul lagi nama Dinda era masa kini di dunia maya.
Dan keduanya juga memiliki persamaan.

Keduanya tak pernah kita kenal dan tak pernah kita temui tapi seolah kita telah mengenal dekat sang “Dinda”. Dinda hanyalah tokoh fiktif yang menjadi hits. Menjadi hits era 90 an melalui tembang ciptaan Katon Bagaskara dimana “Dinda” adalah sebuah nama wanita yang menginspirasinya membuat syair lagu agar menjadi puitis per kata. Sesuai dengan sosok seorang pria yang merindukan pacarnya, dimana pria identik dengan ‘kanda’ dan wanita identik dengan ‘dinda’.

Sedangkan “Dinda “pada era 2014 pasca pemilu kali ini juga seorang tokoh fiktif di sosial media yang tiba-tiba namanya mencuat karena komentarnya. Katakanlah fiktif karena di dunia maya, mayoritas orang tak menggunakan nama aslinya, banyak yang sengaja merahasiakan identitas aslinya ke publik. Atau bila itu nama asli pun – tak banyak yang pernah bertatap langsung dengannya – masih dipertanyakan apakah benar dia wanita atau tidak. Apakah pernyataannya sesuai dengan sikonnya saat itu tak ada yang tahu. Benarkah dia naik kereta atau naik limousine? Apakah benar dia seorang gadis alay atau

Baca lebih lanjut

Jokowi

jokowi

Jokowi adalah nama panggilan populer dari Joko Widodo. Seorang pria Jawa tulen asal Solo, alumni UGM, usia 52 tahun . Saat ini di Indonesia, nama Jokowi sedang populer dan menjadi hot topic di seluruh media massa dan situs media sosial. Entah dari segi positif maupun negatifnya, sepertinya semua orang di Indonesia sedang gemar menggunjingkan nama bapak bertubuh kurus dan berwajah tirus ini.
Di luar gonjang-ganjing nama Jokowi yang kata orang mencuat lewat jasa pers. Kali ini saya akan menceritakan tentang Jokowi dari sudut pandang pribadi – tanpa pengaruh pers dan tanpa sogokan – asli Jokowi yang saya kenal.

Jokowi awalnya adalah seorang pengusaha eksportir kayu. Sebagaimana orang Solo pada umumnya, Jokowi dikenal dengan karakter yang adem ayem dan tenang.

Nama Jokowi mulai dikenal masyarakat – terlebih dahulu oleh orang Solo – ketika dirinya menjabat sebagai pemimpin dibandingkan saat dirinya masih menjabat sebagai pengusaha.
Sebagai pemimpin tentu saja akan lebih mudah dikenal orang. Sebagaimana kita tahu dalam rumah tangga pun yang merupakan organisasi terkecil dalam masyarakat; figur bapak sebagai pemimpin keluarga pasti lebih mudah dikenal di lingkungan. Demikian pula bagi pemimpin kota, kecamatan atau Negara. Baik buruk dan segala resikonya pastilah tanggung jawab pemimpin. Dan pemimpin pula yang mendapat sorotan.

Makanya tak heran Jokowi mulai mendapat sorotan kala menjadi pemimpin kota Solo. Memang sungguh lucu yah, ketika ada orang yang bertubuh kurus dan berwajah sangat biasa saja dengan penampilan yang juga sangat sederhana namun menjadi berita utama di media massa. Tapi mungkin massa pun sudah bosan dengan yang berwajah tampan di televisi, dan kali ini ada yang sangat biasa ada di TV makanya justru eye catching ditambah lagi dengan nama pasaran tempo doeloe di negeri ini yaitu : JOKO :)

Walikota

Apakah yang dilakukan Jokowi saat menjadi walikota Solo hingga namanya bisa populer? Dikatakan beliau memperoleh sejumlah penghargaan sebagai walikota terbaik saat menjabat. Lalu kenapa Jokowi bisa mendapat penghargaan? Baca lebih lanjut

Jalan Masih Panjang

Bisa dikatakan manusia tak pernah puas. Makanya tak pernah berhenti mencoba saat gagal mencapai keinginannya. Tapi sadarkah berapa kali kita kecewa dan putus asa saat gagal? Di balik kegagalan pasti ada hikmahnya.
Berapa kalikah Thomas Alva Eddison gagal menciptakan bola lampu, berapa kali kah Wright bersaudara gagal menciptakan kapal terbang, atau berapa kalikah Bill Gates dan Steve Jobs gagal? Berapa kalikah karya J.K Rowling ditolak penerbit?

Namun sadarkah kita justru hasil karya mereka lah yang dapat mengubah ‘wajah’ dunia. Tiada arti dunia tanpa lampu, pesawat, Microsoft, Apple atau film sepopuler Harry Potter.
Bayangkan bila mereka sudah menyerah di awal jalan, mungkin kita tidak pernah tahu iPad atau film yang keren seperti Harry Potter. Intinya memang jangan pernah menyerah.

Kegagalan yang kita (saya) alami mungkin tak seberapa bila dibandingkan Thomas Alva Eddison. Kegagalan hanyalah suatu langkah awal dimana kita diberi peringatan bahwa kita melakukan kesalahan dan harus melakukan yang lebih baik lagi.

Ketika harus dilakukan dari nol lagi. Tak apa semua harus dilepas terlebih dahulu demi mendapatkan hasil yang terbaik karena aku yakin pasti bisa. Di awali Baca lebih lanjut

Cerita dari Jakarta (3)

Akhirnya, setelah beberapa bulan alias belum genap setahun menetap kembali di Jakarta, kurasakan juga yang menjadi hot topic bagi warga Jakarta, yaitu : banjir !!
Terus terang, saat aku kecil dulu menetap di Jakarta hingga SMA, belum pernah kurasakan ‘banjir Jakarta’ seperti yang heboh di beritakan di media massa beberapa tahun belakangan ini. Memang beda dulu dan sekarang :)
banjir2
Dan, inilah ceritaku……, bukan versi pers atau gossip,..asli dariku :)
Berawal dari hujan yang continuous hari Minggu lalu (12/1), hujan dari subuh sampai subuh esok harinya benar-benar non stop yang membuat kita enggan bepergian kemana pun meskipun hari libur ditambah resah akan jemuran nan tak kunjung kering dimana akan berdampak setrikaan akan semakin menumpuk :)
Hujannya cenderung ‘sopan’ tak terlalu lebat, tapi benar-benar tanpa henti, dan dibilang gerimis juga tidak karena cukup deras juga. Yang jelas cukup mengganggu aktivitas untuk keluar rumah dan mencuci pakaian. Sempat resah pula akankah ini berdampak banjir?

Esok paginya, sebelum berangkat sempat lihat berita di TV akan berita banjir di tempat-tempat langganan banjir kemudian ada pesan singkat di ponsel yang menyampaikan akses beberapa jalan terputus karena banjir dan menyarankan sebaiknya di rumah saja. Sempat galau juga, apakah berangkat atau tidak, yaah….akhirnya diputuskan jalankan sajalah , minimal setor muka :)
Jalanan di sekitar rumah, tergolong ‘kering’ tak tampak banjir atau genangan air, hanya tetesan air hujan saja yang memang masih hujan pagi itu. Yah mungkin ada untungnya juga yah punya tetangga yang agak garing kayak aku, jalanannya pun jadi garing alias bebas banjir :p

Awalnya lalu lintas termasuk lancar dibandingkan biasanya, cukup takjub juga, apakah mungkin gara-gara banyak broadcast yang mengatakan jalanan banjir atau karena hari Senin (13/1) memang hari kejepit dan banyak yang cuti dimana esoknya libur maulid Nabi SAW. Namun tiba-tiba terjebak mentok macet yang biasa…luar biasa malah…di daerah cipinang indah. Lalu lintas kacau luar biasa di wilayah pasar Gembrong, motor2 yang entah dari jalan mana menyalip masuk yang makin menambah macet ditambah cipratan air dimana-mana akibat jalanan becek yang terkena roda kendaraan bermotor membuat kita serasa di Dufan atau area outbound :) Sempat salut juga yah melihat kegigihan warga Jakarta buat bekerja, sesulit apapun di jalan tetap pantang menyerah, meskipun banjir, macet atau arung jeram di jalan! Menuju ke terowongan depan pasar Gembrong, terdapat mobil polisi dimana sang polisi menyerukan kepada seluruh user jalan agar mengambil ke arah kiri, tapi yang terjadi justru malah makin kacau, orang2 ingin mengambil kiri jalan, tapi justru dihalangi oleh sang polisi dan mobil derek yang ada di tengah jalan. Akhirnya amanat tersebut tak diindahkan, lalu lintas makin kacau.

Menuju ke fly over Tebet-Kuningan, ternyata sudah dijaga polisi yang bersiaga di situ, jalanan ditutup! Yup ,,setelah 2 jam di jalan ternyata tak ada hasil, nyaris putus asa apakah pulang saja mengingat pasti banyak yang senasib ditambah lagi ini hari kejepit. Hasil ‘survey’ seseorang via telpon menyarankan sebaiknya pulang, biasanya banjir pagi hari nanti sorenya akan makin parah dan makin sulit transportasi berdasarkan pengalaman. Nyaris ‘hopeless’ tapi masih mencoba akhirnya putar jalan mencari akses lain via Rawamangun – Matraman, walhasil lancar ‘hanya’ memakan waktu perjalanan dari jam 6 pagi hingga jam 10!

Siang hari hujan reda. Matahari perlahan menyinari jalan di Jakarta. Hanya saja sebagai saksi mata yang melihat dengan mata kepala sendiri akan kondisi kali di pintu air Manggarai yang merupakan hilir sungai Ciliwung dan ‘kunci’ dari pengendalian banjir di Jakarta, dimana arus airnya semakin deras dan air di kali juga mendekati titik kritis, semakin khawatir saja akan kondisi banjir di ibukota. Namun saat pulang Baca lebih lanjut

Cerita dari Jakarta (2)

jakarta2
Di sana rumahku, dalam kabut biru
Hatiku sedih di hari minggu
Di sana kasihku berdiri menunggu
Di batas waktu yang telah tertentu
Reff:
Ke Jakarta aku ‘kan kembali
Walaupun apa yang ‘kan terjadi
Ke Jakarta aku ‘kan kembali
Walaupun apa yang ‘kan terjadi

(Kembali ke Jakarta – Koes Plus)
Ada cerita-cerita lain dari Jakarta, cerita tentang kotanya dan cerita tentang suka dukanya
Tak hanya macet atau banjir yang terjadi di Jakarta, namun sungguh beragam suka dukanya yang aku alami secara pribadi.

Sejuta Kenangan dan Kehilangan
Jakarta bukanlah kota baru buatku karena memang aku dilahirkan dan dibesarkan di sini. Tapi tetap saja menjadi hal yang ‘baru’ lagi buatku segala perpindahan ini. Lebih dari 10 tahun tinggal di Bandung, tentu saja meninggalkan kenangan tersendiri buatku. Tinggal di kota Bandung selama lebih dari 10 tahun bukan berarti tak meninggalkan kenangan akan kota kembang ketika harus kembali ke ibukota bersama orangtua tercinta. Mengingatkanku akan peristiwa yang sama ketika aku lulus SMA meninggalkan kota Jakarta. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya teman baru di Bandung, hal itu pun berlalu.

Dan kini ketika kembali lagi ke

Baca lebih lanjut

Green Office Indonesia

green2
Sudah bukan hal basi lagi masalah global warming atau pemanasan global. Isu yang terjadi karena dampak kemajuan tekhnologi yang membahayakan bumi kita berpijak sudah ramai sejak awal abad ke-20 ini. Dan untuk mengatasi masalah pemanasan global serta meng’hijau’kan kembali bumi ini, banyak cara ditempuh massa dengan berbagai cara seperti ‘reduce, reuse, recycle(3R)’, hemat pemakaian listrik, konsep pembangunan gedung-gedung tinggi yang meminalisir efek rumah kaca, penghijauan dimana-mana, ‘bike to work’, dan sebagainya.

Salah satu program pemerintah untuk ‘save the earth’ adalah green office atau gedung bangunan hijau. Indonesia termasuk yang tertinggal untuk konsep green office. Singapura telah memiliki konsep ini sejak 2005, dan Australia sejak 2002; Singapura memiliki daftar syarat hijau dan mewajibkan seluruh bangunan pemerintah menerapkannya. Beberapa gedung pemerintah di Indonesia baru mulai bergerak ke konsep green office sejak 2009.
Di Jakarta, mulai April 2013, pemerintah DKI Jakarta mewajibkan bangunan yang sudah jadi maupun baru dibangun untuk memenuhi syarat green office. Aturan itu tercantum dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 38 tahun 2012 tentang Bangunan Gedung Hijau. Hal ini berlaku untuk perkantoran, pertokoan, apartemen, hotel dan sarana kesehatan, serta sarana pendidikan.

Sekarang banyak perusahaan yang menerapkan konsep go green. Menurut seorang pakar tata kota, citra perusahaan sendiri akan naik bila menerapkan konsep tersebut. Sebuah bangunan akan mendapat reward sebagai green office atau green building tak semata-mata dilihat dari ‘hijau’nya daun alias’adanya taman kantor’ saja tapi dilihat dari efisensi energy dan system water treatment plant (WTP)-nya.
Pembuatan gedung yang ramah lingkungan alias green office memang bukan biaya yang murah. Karena syarat-syaratnya perlu biaya yang besar, selain di nilai konservasi air yang pastinya harus memperbaiki system WTP bagi yang belum berjalan baik sistemnya. Konsep green office perlu perbaikan pengolahan sampah dan limbah bagi gedung yang sudah di buat, dipertimbangkan juga ventilasi yang baik, serta tata cahaya alami, serta unsur tata letak yang mudah ke transportasi publik dan tersedianya akses fasilitas ‘bike to work’.

konsep green office

konsep green office


konsep green office2

konsep green office2

Di Indonesia, yang memberikan sertifikat dalam hal penilaian bangunan hijau adalah Green Building Council Indonesia (GBC) yang berdiri sejak tahun 2009.. Yang sudah masuk peringkat atas dalam konsep bangunan hijau di Indonesia adalah : Gedung Menara BCA, Gedung Sampoerna Strategic Square dan Gedung Utama Kementerian Pekerjaan Umum.
green

Efisiensi Energi

Tak perlu berkecil hati bila harus mengeluarkan biaya tinggi untuk mengganti sistem bangunan menuju green office. Bila kita memang berniat untuk ‘save our earth’ alias menghijaukan kembali bumi kita ini sebenarnya dari hal-hal ringan saja yang di mulai dari diri kita sendiri. Dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kita saat bekerja yang dapat membawa konsep tempat kita bekerja menjadi green office. Sebagaimana telah dibahas di atas, bahwa salah satu penilaian green office adalah efisiensi energi.
save the earth

Efisiensi energi adalah penghematan listrik atau penggunaan sumber daya energi yang dapat meminimalisir bahaya pemanasan global dan efek rumah kaca serta dapat membantu menyelamatkan lingkungan hidup.

Efisiensi energi yang dapat dilakukan saat bekerja antara lain: Baca lebih lanjut

Cerita dari Jakarta

jakarta2
Sekedar berbagi cerita tentang Jakarta. Setelah lama meninggalkan Jakarta selama 18 tahun dan akhirnya memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Cerita tentang Jakarta selama bulan-bulan pertama menginjakkan kaki lagi dan mencari nafkah di bawah langit Jakarta.

Meskipun aku lahir dan sempat tinggal di Jakarta, di timang dan di buai orang tua di Jakarta, belajar sedari kecil di Jakarta hingga SMA; namun karena harus meneruskan bangku kuliah siapa yang sangka aku akhirnya meninggalkan juga ibukota Negara ini selama lebih dari 10 tahun. Bisa dikatakan aku penduduk ‘baru’ di Jakarta meskipun setiap liburan aku tetap ke ibukota selama 1-2 hari untuk berkunjung ke rumah orang tua, tapi statusnya hanya berlibur, bukan menetap. Dan jadilah aku penduduk ‘baru’ ibukota pada pertengahan semester 2013 ini.

Kesan Pertama 🏡🏫

Kembali ke Jakarta setelah sekian lama meninggalkan kota ini cukup membuatku ‘shock’ alias kaget. Begitu cepat kota ini berubah. Selama ini aku berkunjung ke Jakarta hanya ke tempat yang itu-itu saja, karena statusnya sudah menetap – akhirnya – aku pun benar-benar ‘melihat’ Jakarta. Banyak sekali yang berubah dari kota ini, sejak 18 tahun lalu, yaah memang sudah lama ditambah lagi ini adalah ibukota Negara yang cepat pembangunannya. Jalan-jalan di sekitar SMA ku sudah berubah. Gedung, mall, pasar, perumahan, lalu lintas, dsb. Semuanya berubah. Seiring pertambahan waktu. Ditambah lagi, aku ternyata sudah banyak lupa tempat-tempat di Jakarta, entah karena sudah lama tidak tinggal di kota ini atau faktor usia 😀Tapi yang jelas, banyak tempat yang sudah kulupakan dimana tempatnya dan rute jalannya.

Kesan pertama tentang Jakarta adalah kota yang sangat banyak

Baca lebih lanjut