Wanita dan Aurat

Bila dipikir, apa enaknya menjadi wanita…punya rambut indah, panjang, tebal tapi harus ditutup. Sudah repot-repot merawat kulit agar mulus tapi tetap tak ada yang boleh menyentuh dan melihatnya. Suara kita sungguh indah dan enak di dengar, tapi tetap saja tak boleh bersuara keras. Kita sengaja merawat tubuh kita agar tetap sehat, bugar, langsing tapi tetap saja ditutup tak boleh ada yang melihatnya, hanya suami saja yang berhak melihat lekuk tubuh kita.

Mengapa dalam Islam, wanita seolah disembunyikan alias begitu tertutup dan tidak boleh dipertontonkan? Padahal wanita itu kan identik dengan sesuatu yang indah di muka bumi ini.

Kenapa?

Karena wanita begitu berharga. Karena wanita sangat berharga dan terhormat.

Begitu berharganya wanita dalam Islam sehingga harus dijaga, dan tak boleh dilihat sembarang orang. Kita pasti tahu bagaimana kita menjaga harta, uang, emas, atau apapun simpanan kita yang berharga seperti ijazah dsb. Kita pasti senantiasa menjaganya di tempat yang aman seperti di brankas atau bank atau di lemari yang tertutup rapat, dengan password yang tak boleh seorang pun tahu. Karena bila kehilangan, maka menangislah kita.

Begitulah wanita, sangat berharga sehingga harus dijaga. Tak boleh sembarang orang tahu bagaimana cantiknya wanita di balik hijabnya. Begitu berharganya wanita sehingga hanya suami saja yang boleh menatap lekuk tubuhnya. Begitu berharganya wanita sehingga tak bisa sembarang orang tahu betapa mulus kulitnya.

Tak hanya sekedar berharga tapi juga terhormat. Kita tahu bagaimana orang-orang terhormat di negeri ini seperti presiden atau pejabat senantiasa dijaga atau dikawal. Begitu pula wanita. Wanita sangat terhormat sehingga senantiasa harus menjaga auratnya.

Mengapa wanita begitu berharga dan terhormat?

Masih ingatkah kisah nabi Adam? Ujian nabi Adam adalah kesendirian. Beliau diberi kenikmatan tinggal di surga, sebagaimana yang selalu didambakan seluruh umat di dunia saat ini. Namun nabi Adam masih merasa belum puas. Nikmat surga ternyata tak seberapa baginya. Nabi Adam merasa butuh teman sehingga memohon agar diciptakan pendamping baginya. Sehingga akhirnya Allah menciptakan Hawa atau wanita. Nabi Adam pun sangat senang ketika ada seorang wanita sebagai temannya. Dapat terlihat seolah wanita adalah mahluk yang berharga dan terhormat. Sebagaimana nabi Adam yang tahu bagaimana berharganya Hawa, karena beliau pernah merasakan tak enaknya hidup dalam kesendirian.

Apa yang membuat wanita begitu berharga?

Segala yang berharga pasti selalu ada di tempat yang terjaga baik yang tak mudah dijangkau atau dilihat orang. Begitu pula wanita.

Diciptakan oleh-Nya wanita sebagai pasangan hidup lelaki dengan bentuk anatomis yang sama. Namun ada satu yang berbeda. Wanita diberikan anugrah organ reproduksi berupa uterus atau rahim yang terletak dalam rongga panggul di dalam tubuhnya dan tak bisa terlihat kasat mata. Sedangkan organ reproduksi kaum pria atau lelaki diciptakan dengan buah zakar atau scrotum yang posisinya terletak di luar. Bukan di dalam tubuh – berbeda dengan uterus pada wanita – yang kesannya tersembunyi dan terjaga baik. Dan itulah berharganya wanita. Dari perbedaan organ reproduksinya pun bisa dilihat betapa berharganya wanita.:)Bila wanita tercipta dari tulang rusuk pria. Tapi dari rahim wanita bisa tumbuh janin yang bisa menjadi penerus keturunan nabi Adam. Bila pria menghasilkan ribuan sperma, tapi hanya satu sperma saja yang dapat membuahi satu telur yang dihasilkan wanita untuk menjadi janin. Bila saluran kencing laki-laki jauh lebih panjang, namun dari lubang vagina yang kecil bisa keluar bayi yang beratnya 3 kg dan bisa menangis. Subhanallah. Betapa berharganya wanita. Maka dari itu wanita perlu dijaga.

Mengapa wanita perlu dijaga?

Sudah dari “sono”nya lelaki memiliki nafsu terhadap wanita. Wanita memang diciptakan untuk pendamping lelaki. Sebagaimana nabi Adam yang ternyata merasa kurang akan nikmat surga karena tidak ada wanita di sisinya. Wanita diciptakan indah pun sudah dari “sono”nya. Maka dari itu tak heran bila lelaki memiliki nafsu birahi terhadap wanita.

Dari segi hormonal pun laki-laki berbeda dengan wanita. Kaum pria memiliki hormon testoteron yang berfungsi sebagai libido alias nafsu atau hasrat seksual. Wanita juga memiliki hormon testoteron hanya jauh lebih sedikit dibandingkan kaum pria. Makanya tak heran bila nafsu lelaki jauh lebih besar. Karena sudah fisiologisnya pun seperti itu. Bila ada laki-laki yang tidak mempunyai nafsu terhadap wanita patut dipertanyakan apakah dia normal.:)

Kaum pria memang dasarnya bernafsu terhadap wanita. Kecantikan, lekuk tubuh, indahnya rambut, kulit yang mulus, wangi tubuh wanita semuanya akan membuat semakin naik kadar testoteron pada pria. Testoteron pada pria mudah naik karena dibantu oleh kelenjar hipofise yang ada di otak, sehingga pada pandangan mata dan indera lainnya pun seperti penciuman atau pendengaran akan mudah terangsang.

Sehingga wanita harus selalu dijaga agar tak mudah digoda dan diganggu oleh kaum lelaki yang tidak beriman. Karena dalam Islam wanita sangat berharga dan terhormat, bila tak dijaga seakan kehilangan salah satu “asset” yang dapat meneruskan keturunan umat manusia di muka bumi.

Bagaimana agar wanita senantiasa dijaga?

Segala sesuatu memang perlu usaha dari diri sendiri. Bila kita ingin lulus ujian kita harus belajar. Bila kita ingin sehat kita harus olahraga. Begitu pula bila kita ingin dijaga maka kita pun harus bisa menjaga diri ini. Kita harus bisa memasang “tameng” pada diri kita sebagai wanita agar senantiasa terjaga. Kita diwajibkan menutupi bagian tubuh yang menjadi aurat kita dan sebagi ciri khas bahwa kita adalah wanita terhormat yang melindungi diri.

Tak perlu mutlak menyalahkan lelaki bila ada yang menggoda kita di tengah jalan. Berkacalah, apakah kita sudah memasang “bodyguard” bagi kita sendiri atau sengaja “memancing” hasrat kaum pria tersebut? Lihatlah bagaimana penampilan kita.

Memang Islam sangat cerdas telah mengatur segalanya. Dimana wanita harus menjaga dirinya dengan menutupi auratnya. Menjaga agar tak dilihat kaum pria dan tidak merangsang nafsu mereka. Dan yang ditutupi memang organ tubuh yang dapat merangsang nafsu lelaki lewat pandangannya. Bayangkan, mengapa wajah dan telapak tangan boleh dibuka sedangkan lekuk tubuh atau permukaan kulit lainnya harus ditutup?

Wajah boleh dibuka sebagai identitas diri dan tetap untuk menunjukkan betapa indahnya wanita. Kaum pria tetap boleh menjalankan kodratnya sebagai lelaki dengan memandang indahnya wanita. Karena pada dasarnya Islam memang menahan bukan menghilangkan. Karena pada dasarnya lelaki memiliki nafsu, dan nafsu tersebut bukanlah dihilangkan namun ditahan. Untuk melihat seberapa besar iman lelaki saat melihat kecantikan wanita. Seorang lelaki yang beriman tentunya bisa menahan hawa nafsu dan merasa “risih” melihat wanita yang “terbuka”. Dan wanita harus mengenakan jilbab dan menutup bagian tubuhnya agar dapat dilindungi dan tidak diganggu. Agar wanita senantiasa mempunyai rasa malu demi menghormati dirinya sendiri sebagai wanita maka perlu menutupi auratnya.

Lalu bagaimana dengan trend fenomena jilbab saat ini? Dimana jilbab memang sedang booming di Indonesia namun dengan beraneka gaya. Mengenakan jilbab namun masih menampakkan lekuk tubuh dengan pakaian yang ketat atau mengenakan jilbab dengan lengan pakaian hanya sebatas siku?

Katakanlah ini sebuah proses. Ibarat seseorang yang ingin rumahnya terjaga, tapi dia tidak tahu bagaimana cara mengunci dengan baik sehingga masih sering kemasukan maling meskipun sudah dikunci. Sama halnya dengan seseorang yang mengenakan jilbab dan tahu itu kewajiban Islam tapi tidak tahu atas dasar apa dan bagaimana cara mengenakan jilbab yang baik. Jawabannya kembali lagi ke ilmu yang masih harus dicari tanpa henti.

Kita hargai saudara kita yang masih dalam proses pembelajaran. Sebuah proses adalah tahap untuk usaha menjadi yang lebih baik. Kita tak perlu saling berseteru. Karena bagaimana pun juga kita sesama umat muslim bersaudara diwajibkan untuk saling menghormati dan memaafkan. Semuanya kembali lagi kepada niat, bahwa tujuan kita sebagai wanita muslim adalah agar senantiasa dapat menjaga diri karena kita berharga.Wallahualam (arlin)

Jakarta, 15 Mei 2015

One response to “Wanita dan Aurat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s