Kurma

Kurma merupakan makanan berbuka puasa yang menjadi sunnah Rasulullah SAW.
Kurma adalah buah khas dari tanah arab. Dan buah ini banyak kita temui saat bulan ramadhan.

Kurma adalah makanan buka puasa yang sederhana namun manfaat yang luar biasa. Untuk buka puasa dengan kurma kita tak perlu repot2 memasak, menyuguhkan dengan es, menyediakan mangkok, gelas, sendok dsb seperti tajil lainnya. Kita cukup menyediakan kurmanya dan langsung makan begitu buka puasa. Selain buat buka puasa, kurma juga bisa dimakan sebagai pencuci mulut saat sahur.

Kurma adalah karbohidrat kompleks, yang saat dicerna dipecah menjadi glikogen. Sangat tepat untuk buka puasa, kita butuh sumber energi setelah menahan lapar lebih dari 8 jam dan saat berbuka kita tak mendadak berlebihan glukosanya.

Kurma juga dapat jadi pilihan menu buka puasa bagi mereka yang ingin mudik. Sangat mudah untuk dijadikan bekal di jalan bila mendadak harus buka puasa di jalan. Tak perlu wadah khusus yang berat untuk membawanya, dan kita bisa membaginya untuk buka puasa bagi teman-teman di jalan yang sedang mudik 🙂

Puasa

Semua orang pasti mengenal puasa. Sejak kecil kita telah dididik untuk memahami bulan puasa alias bulan ramadhan.
Karena ramadhan adalah bulan yang diwajibkan untuk berpuasa, dimana semua umat muslim berpuasa maka kita memberi nama ”bulan puasa”.

Bulan puasa bagi anak-anak identik dengan tidak makan, tidak minum dan shalat tarawih. Titik. Bahkan buat anak-anak yang masih kecil atau belajar puasa, puasanya hanya setengah hari saja sampai dzuhur. Sisanya dihabiskan dengan main kembang api, petasan, buka puasa bersama dan menanti datangnya hari raya agar bisa mengenakan baju lebaran.

Setelah beranjak remaja perlahan kita mulai mendalami makna puasa. Seiring bertambahnya usia maka ilmu pun bertambah. Kita mulai memahami puasa, puasa tak hanya dijalani saat bulan ramadhan. Ada pula puasa sunnah di luar bulan ramadhan.
Saat remaja kita juga tahu ada ibadah lain yang menyertai bulan puasa selain Baca lebih lanjut

Malam Seribu Bulan

Sesungguhnya, Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan.
Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.
Pada malam itu, turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar
.
(Al Qadr: 1 – 5)

Tak terasa bulan puasa kali ini telah berjalan hampir dua minggu atau telah lewatnnya sepuluh hari pertama bulan ramadhan.
Menurut hadist Muslim diriwayatkan turunnya lailatul Qadr pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Untuk penentuan jatuhnya malam lailatul Qadr memang berbeda-beda riwayatnya; ada yang mengatakan tanggal 17, malam ke-21, malam ke-27, malam yang ganjil. Tidak ada yang tahu persis jatuhnya malam lailatul Qadr, tapi secara umum disimpulkan jatuhnya pada bulan Ramadhan, terutama pada sepuluh malam terakhir dan pada malam yang ganjil.

Malam lailatul Qadr adalah malam yang mulia, dimana malam ini adalah malam diturunkannya Al Qur’an kepada Rasulullah SAW. Lailatul Qadr bermakna pengaturan dan penentuan. Malam ini sungguh mulia sepanjang malam hingga terbit fajar, sangat mulia dimana cahaya langit malam bersinar terang, halus dan berbinar-binar karena pada malam ini berturunan malaikat ke muka bumi untuuk mengatur segala urusan.

Semua umat muslim mengharapkan mendapatkan malam ini. Mereka semua berharap agar shalat atau ibadahnya dapat diterima pada malam ini.
Barangsiapa melakukan shalat sunnah pada malam lalilatul Qadar karena iman dan ikhlas, maka diampunilah dosanya yang telah lalu” (H.R Bukhari dan Muslim)
Kita pasti telah merasa bahwa kita telah melakukan banyak kesalahan semasa hidup kita. Maka Ramdhan adalah kesempatan terbaik untuk mensucikan diri. Dan bila kita mendapatkan lailatul Qadar? Subhanallah.

Pada malam ini dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, ditetapkan segala norma, nilai-nilai kehidupan yang prinsip, ditentukan pula kadar umat, ditetapkan nilai-nilai yang agung. Dan semua urusan itu langsung diurus oleh para malaikat dengan utusan langsung dari Allah SWT. Malaikat turun langsung ke bumi untuk menyelesaikan urusan seluruh umat karena diperintah oleh Allah SWT…..subhanallah…. oleh karena itulah malam ini disebut malam yang mulia.

Malam ini lebih baik dari seribu bulan. Kata “seribu” disini tidak berarti suatu batasan bilangan. Malam ini jauh lebih baik daripada beribu-ribu bulan bagi kehidupan manusia. Arti “seribu bulan” disini maksudnya kebaikan yang tak terhingga masanya.

Datangnya malam lailatul Qadr ini hanyalah rahasia Allah semata. Tidak ada tanda-tanda alam tertentu yang menunjukkan datangnya malam ini, walaupun pada malam yang agung ini terjadi festival alam semesta yang luar biasa karena turunnya para malaikat. Gejala-gejala festival alam itu tak bisa dilihat oleh mata manusia biasa. Semuanya rahasia Allah SWT.
Oleh karena itu, bila kita mempunyai keinginan agar mendapatkan malam ini berusahalah untuk selalu beribadah dengan iman dan ikhlas sepanjang malam. Terutama pada bulan Ramadhan. Bila kita mendapatkan malam ini, insya Allah Baca lebih lanjut