Sebuah Kisah Tentang Sabar

Dan Allah beserta orang-orang yang sabar” (Al Baqarah : 249)

Ada sebuah cerita, boleh percaya atau tidak. Tapi cerita ini bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Sebuah kisah tentang seseorang yang diberi ujian sakit hingga menjadi pasien selama bertahun-tahun, usaha berobat tetap ada tapi tak kunjung sembuh sehingga akhirnya emosi yang menguasai dirinya. Timbul amarah, sedih dan segala penyesalan atas penyakit yang dideritanya, belum lagi cacian atau hinaan orang lain karena penyakitnya. Sepertinya hampir hilang segala kesabarannya, dia  jadi mudah marah dan bersedih. Namun karena dia masih menjaga shalatnya, Allah masih sayang kepadanya agar dia bisa bersabar. Orang-orang terdekatnya tak pernah bosan menegurnya bila dia marah dan bersedih, secara perlahan tanpa disadari sifatnya pun berubah menjadi pribadi yang lebih baik.  Ketika karirnya berada di puncak lagi-lagi terhambat karena penyakitnya dan terpaksa harus dilepas karirnya. Ketika sembuh, ada cobaan baru, dia terpaksa harus mencari pekerjaan baru karena dia dulu terpaksa melepaskannya.

Dan itulah cerita sabar yang tak pernah ada batasnya. Lulus dari satu cobaan untuk bersabar kita akan diberi cobaan baru agar terus bersabar. Sabar tak akan ada batasnya. Tapi pasti ada hasilnya. Hasil dari sabar pun berlipat ganda, hanya karena ujian sakit kita tak hanya sabar akan menunggu kapan sembuh tapi tanpa sadar kepribadian kita pun berubah menjadi yang lebih baik.

___________

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu” (Al Baqarah:153)

Dalam ayat Al Qur’an tertera bahwa sabar selalu disejajarkan dengan shalat kalimatnya. Artinya sebagaimana shalat yang senantiasa kita lakukan sampai akhir hayat. Begitu juga dengan sabar. Kita terus menjalani sabar sepanjang hayat kita sebelum masuk ke liang lahat nanti. Dimana sabar juga selalu berdampingan dengan shalat, saling menolong satu sama lain. Bila kita ingin senantiasa sabar, jagalah shalat. Insya Allah kita pun pasti akan diingatkan untuk bersabar, entah melalui orang-orang di sekitar kita, adanya peristiwa, mimpi atau apa saja yang senantiasa mengingatkan kita agar senantiasa bersabar.

Tak benar yang dikatakan orang bahwa sabar itu ada batasnya. Sabar itu sama sekali tak ada batasnya. Tak ada yang tahu sampai kapan kita harus bersabar kala kita diberikan sebuah cobaan. Untuk satu cobaan pun kita senantiasa harus berusaha untuk mengatasinya dan bersabar. Namun dalam hidup, cobaan akan terus ada sebagaimana ujian yang menandakan kita orang beriman.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan” (Al Baqarah:155)

Semua cobaan butuh kesabaran untuk menjalankannya. Sabar itu sebenarnya mudah.. untuk mengucapkannya, tapi sulit menjalankannya. Dimana butuh waktu yang tak terbatas untuk menjalankannya. Dan saat kita menunggu itu juga tidak mudah. Segala penantian tidaklah menyenangkan. Mengantri lampu merah kala jalanan macet, menunggu gaji naik, menunggu dipanggil saat antri di Rumah Sakit…pastilah tak menyenangkan…sampai kapan, dan itulah halnya sabar. Akan tetapi bila kita telah mendapatkan gilirannya pasti menyenangkan, pasti gembira ketika gaji akhirnya naik juga dll. Begitu pula dengan sabar, memang tak ada batasnya namun pasti ada hasilnya. Dan bila kita rasakan hasilnya, ibarat sebuah nikmat yang terduga datangnya. Suatu nikmat yang membuat kita senantiasa bersyukur.

Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al Baqarah:155)

Untuk menghadapi segala cobaan, manusia butuh usaha dan juga sabar. Sabar tak hanya menunggu kapan waktu akan berlalu, namun sabar perlu proses. Tahapannya makin sulit seiring waktu berganti. Saat lagi macet saja, kita berusaha sabar tapi macet berjam-jam akhirnya mulai jenuh, lalu kesal, trus jalanan mulai lancar..eeh tiba-tiba ada motor yang menyerempet mobil, yaah gimana kita ga marah? Ditambah lagi justru sang pengendara motor yang menyalahkan kita dan bilang kita tidak sabar. Tambah lama tambah sulit kan menahan emosi?

Kita berusaha mengatasi segala masalah yang merupakan bagian dari sabar. Saat berusaha mengatasi masalah kadang timbul lagi cobaan lainnya yang menggoda kesabaran kita. Maka, akan berlipat ganda sabar yang kita perlukan untuk satu masalah saja.

Bentuk cobaan dalam menjalankan sabar beragam macamnya seperti gaji pas-pasan namun harus memberi makan anak istri setiap hari, jodoh yang tak kunjung bertemu, tak diberikan keturunan setelah sekian tahun menikah, kuliah yang tak pernah lulus, sulitnya mendapat pekerjaan, percekcokan dalam rumah tangga, menderita sakit bertahun-tahun, jalanan macet, bos yang galak, dan masih banyak lagi ragamnya. Setelah kita ‘lulus’ dari satu ujian pastinya akan ada ujian lainnya selama kita masih hidup.Dan semuanya butuh sabar. Maka dari itu, sabar memang tak pernah ada batasnya.

Lalu bagaimanakah cara melewati ujian agar kita senantiasa sabar? Percayalah bahwa Allah beserta orang-orang yang sabar. Maaf, saya belum bisa memberikan jawaban yang terbaik, karena saya sendiripun masih belum sempurna kesabarannya, namun sebagaimana para Nabi kita pasti bisa lulus dari ujian seberat apapun selama kita bersabar. Memang benar adanya, Allah selalu beserta orang-orang yang sabar. Setidaknya bila kita ada niat untuk besabar, Allah senantiasa melindungi dan menolong kita agar selamat dari segala cobaan. Dimana tidak mudah menjalankan sabar, butuh waktu, butuh proses melalui segala tahapan dan sangat berpengaruh kepada kehidupan sehari-hari. Namun segala tahapan dan seiring berjalannya waktu  Allah senantiasa melindungi kita, entah bagaimana caranya, agar kita selalu ingat kepada Nya. Karena Allah adalah sebaik-baiknya pelindung dan tidak pernah tidur. Maka dari itu, jagalah selalu shalat kita bila ingin bersabar.

Orang yang paling berat menerima cobaan adalah para nabi, kemudian orang-orang terbaik setelah mereka. Seseorang diuji sesuai dengan kadar keagamaannya.”

Hanya menunggu waktu untuk bersabar. Ada yang cukup sebentar, setahun, atau bahkan seumur hidup untuk bersabar. Semuanya tergantung kemampuan kita. Dan percayalah Tuhan Maha Baik. Kita pasti akan diberi kemudahan dan jalan. (arlin,24/11/14)

Insya Allah…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s