HIJAB

hijab

            Kata “Hijab” sekarang sedang popular, namun sepertinya telah berubah makna secara definitif. Dulu tanggapan masyarakat ketika melihat wanita yang mengenakan penutup kepala dan pakaian khas muslim, responnya adalah: “selamat yah, kamu sekarang telah mengenakan jilbab.” Namun sekarang bila ada wanita yang mengenakan pakaian muslim; tanggapannya adalah: “waaah, kamu sekarang sudah berhijab yah.”

            Sepertinya masyarakat masih menyamakan arti kata “hijab” dan “jilbab”. Padahal kedua kata tsb mempunyai makna yang berbeda. Yang lebih mengenaskan, sekarang justru mengidentikkan kata “hijab” sebagai gaya jilbab yang modern. Sungguh miris sekali, sepertinya nilai pendidikan Islam kelihatan semakin pudar….terlihat dari makna pemahaman kata yang diajarkan sejak kecil dikacaukan oleh trend mode yang dibawakan iklan dan dunia jaringan social.

Makna “Hijab”

Kata Hijab berarti penutup. Al Hijab berasal dari kata hajaban yang artinya menutupi, dengan kata lain al hijab adalah benda yang menutupi sesuatu. Dalam kitab Al Ta’rifat dijelaskan bahwa Al Hijab adalah segala sesuatu yang terhalang dari pencarian kita, dalam arti bahasa berarti ma’nu yaitu mencegah, contohnya mencegah diri kita dari penglihatan orang lain.
Dalam Al-Qur’an pun disebutkan tentang al-Hijab ini, walaupun satu ayat, tetapi bermakna sangat dalam sekali terhadap definisi al-Hijab itu sendiri, sehingga ayat ini diberi nama dengan “Ayat Hijab”.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah- rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk Makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang Maka masuklah, dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), Maka mintalah dari belakang tabir. cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri- isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah Amat besar (dosanya) di sisi Allah.” (QS.Al Ahzab:53)

Yang dimaksud dengan al-Hijab pada ayat di atas adalah, tabir pembatas yang menghalangi wanita dari penglihatan orang lain. Hijab bisa dalam bentuk tembok, pintu, gorden, jendela, bisa pula kain penutup atau apapun yang bisa melindungi wanita dari pandangan orang lain.

Apa bedanya dengan “Jilbab”?

Jilbab berasal dari bahasa arab yang jamaknya jalaabiib artinya pakaian yang lapang/luas. Pengertiannya yaitu pakaian yang lapang dan dapat menutup aurat wanita, kecuali muka dan kedua telapak tangan hingga pergelangan saja yang diperlihatkan.

Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam firman-Nya,
“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab:59)

Yang dimaksud jilbab dalam ayat ini telah diuraikan di atas.
Adapun penutup kepalanya adalah seperti disebutkan dalam Al Qur’an surat An Nuur ayat 31 tadi,

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya…”

Maka jelas perbedaan antara “hijab” dan “jilbab”; hijab hanya berupa penutup walaupun pelindung tubuh biasanya hanya berupa kain (scarf) saja; sedangkan jilbab jauh lebih definitif makna pakaiannya (termasuk pakaian dan kain kerudung yang menutupi hingga dada kecuali wajah dan telapak tangan).

Hijab dan Jilbab

Secara sederhana sebagai berikut :

Hijab = kain penutup

Jilbab =kerudung + pakaian muslim

Jadi sebenarnya jilbab sudah pasti termasuk hijab, sedangkan hijab belum tentu jilbab. Bila seseorang dikatakan “sudah mengenakan hijab yah” atau “hijabbers” sebenarnya beliau belum tentu mengenakan jilbab.
Hal ini seharusnya menjadi pertimbangan bagi para penjual kain kerudung dan pakaian muslim zaman sekarang yang cenderung menamakan dirinya “Hijab on line” “komunitas hijabbers” dll.

Karena sesungguhnya hijab tak identik dengan muslim saja, agama-agama lain seperti Yahudi, Nasrani dll juga menyarankan umatnya mengenakan hijab. Oleh karena itu sempat ada World Hijab Day yang dirayakan tiap 1 Februari.

Sedangkan jilbab adalah pakaian khas muslim sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah : “Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu.” (QS. Al Ahzab:59)
Agar kita dikenal, sebagai seorang yang beriman, maka sebaiknya mengenakan jilbab. Sudah jelas jilbab adalah pakaian khas bagi umat muslim.

Lalu, bagaimana dengan fenomena pemakaian jilbab modern ,yang tidak menutupi dadanya dan pakaian ekstra ketat  yang marak akhir-akhir ini? Apakah ini terbuktinya dari ayat ini :

Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda,
“Pada akhir ummatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang. Diatas kepala mereka seperti terdapat punuk unta. Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka adalah kaum yang terkutuk”  (HR. Ahmad 2/223.Menurut Al-Haitsami rijal Ahmad adalah rijal shahih)
Wallahuallam bissawab

(arlin, Juni’13)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s