Uang Memang (Bukan) Segalanya

Benarkah uang bukan segalanya? Sepertinya yang berpikir demikian pastilah terlalu naif. Banyak orang berkata uang bukan segalanya.. masih ada cinta, keluarga, ibadah, dsb. Tapi dibalik semua itu hanyalah uang!

Bayangkan untuk yang namanya cinta, orang untuk membuktikan cintanya pun butuh uang. Kita pacaran buat nonton, makan bareng, ngasih coklat, nelpon, sms, semuanya butuh uang. Buat keluarga juga butuh uang; anak istri tiap hari pastinya butuh makan, belum lagi kebutuhan rumah tangga untuk bayar segala macam tagihan listrik dan urusan tetek bengek yang pastinya butuh uang. Ibadah memang kesannya simple, tapi dibalik itu kita butuh uang; untuk shalat kita butuh perangkat ibadah, buat naik haji butuh biaya besar, untuk zakat- infak – sedekah pun kita perlu dana, buat puasa kita butuh biaya untuk beli tajil, apalagi buat lebaran. Sebagai umat beragama kita disarankan agar dapat saling memberi dan bisa mencukupi kebutuhan primer keluarga kita. Dan dibalik semua itu yang berperan adalah uang.

Sejak zaman dahulu uang ditetapkan sebagai alat pembayaran yang sah. Dan untuk mendapatkan kebutuhan primer kita harus membayar. Kebutuhan primer seperti pakaian, makanan, tempat tinggal perlulah kita bayar dengan uang. Kalau tidak dibayar berarti kita maling. Selain kebutuhan primer, masih ada kebutuhan sekunder dan tertier seperti jalan-jalan alias hiburan. Dan pastinya juga butuh uang.

Dipikir…pikir memang benar uang ternyata segalanya. Kita semua butuh kerja, untuk cari uang. Bayangkan bila jadi pengangguran, pastinya ga happy deh, kita ga bisa jalan-jalan ke mall…(pastinya bete lihat-lihat aja tapi dalam hati yakin ga akan ada yang bisa terbeli), ga bisa makan enak di kafe, ga bisa jalan-jalan ke luar kota…dan kita ga mau kan jadi maling atau copet.

Tapi dibalik itu semua memang tergantung bagaimana sisi pikiran kita. Coba lihat, kita butuh apapun yang dibayar dengan uang tapi kita membutuhkan sesuatu juga karena cinta, keluarga dan ibadah. Kita bela-belain ngeluarin duit banyak buat nelpon pacar pastinya karena kangen dan nunjukin kita peduli sama orang yang kita cintai, kita ngeluarin uang untuk belanja kebutuhan keluarga pastinya karena kita sayang sama mereka dan tak mau keluarga mati kelaparan, kita mengeluarkan uang untuk infak pastinya untuk menyantuni anak yatim dan mentaati perintah agama dalam menjalankan ibadah. Kita mencari pekerjaan juga untuk mencari uang dengan jalan yang halal demi kebahagiaan kita sendiri alias tidak merepotkan orang lain dengan jalan pinjam duit sana-sini.

Memang kita selalu butuh uang. Tapi dibalik semua itu ada kebutuhan di dalam hati nurani yang tanpa kita sadari bahwa bukan uanglah segala-galanya yang mengatur hidup hidup kita.
So, jangan sampai buta karena uang sampai akhirnya jadi koruptor atau maling …biasanya yang melakukan itu semua memang hidupnya sama sekali sudah dikendalikan oleh uang.
(Arlin, 11/3/13)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s