Puasa

Semua orang pasti mengenal puasa. Sejak kecil kita telah dididik untuk memahami bulan puasa alias bulan ramadhan.
Karena ramadhan adalah bulan yang diwajibkan untuk berpuasa, dimana semua umat muslim berpuasa maka kita memberi nama ”bulan puasa”.

Bulan puasa bagi anak-anak identik dengan tidak makan, tidak minum dan shalat tarawih. Titik. Bahkan buat anak-anak yang masih kecil atau belajar puasa, puasanya hanya setengah hari saja sampai dzuhur. Sisanya dihabiskan dengan main kembang api, petasan, buka puasa bersama dan menanti datangnya hari raya agar bisa mengenakan baju lebaran.

Setelah beranjak remaja perlahan kita mulai mendalami makna puasa. Seiring bertambahnya usia maka ilmu pun bertambah. Kita mulai memahami puasa, puasa tak hanya dijalani saat bulan ramadhan. Ada pula puasa sunnah di luar bulan ramadhan.
Saat remaja kita juga tahu ada ibadah lain yang menyertai bulan puasa selain tidak makan, tidak minum dan tarawih. Kita juga memperbanyak tilawah, qiyamul lail, dan ibadah sunnah lainnya. Perbanyak pula sedekah serta infak.

Ketika dewasa kita semakin memahami arti puasa sendiri. Tak hanya sekedar manahan lapar dan haus saja. Tapi juga menahan hawa nafsu. Berusaha melindumgi diri dari hal-hal yang membatalkan puasa seperti emosi, menjaga agar tidak coitus dengan istri, gunjingan, ghibah alias gosip. Ketika dewasa kita tak hanya mengetahui ibadah apa saja yang perlu diperbanyak di bulan puasa. Tapi kita berusaha dan berlomba-lomba untuk melaksanakannya. Berusaha keras untuk memperbanyak shalat sunnah, berusaha tilawah setiap saat sehingga lidah tak pernah berhenti dan kering dari ucapan tajwid, tiap malam kita terbangun untuk memohon ampun, sepuluh malam terakhir berdiam di masjid untuk itikaf, tak pernah berat hati untuk mengulurkan isi dompet kita kepada kaum mustahiq. Dan ribuan ibadah lainnya kita lakukan. Demi mencapai lailatul qadr.

Namun seiring bertambahnya ilmu, seiring bertambahnya usia, semakin banyak pula godaan.
Saat kanak-kanak tak dirasakan adanya benturan cobaan waktu puasa. Kita sahur, puasa lalu buka puasa dan selesai puasa sehari. Sepertinya tidak batal puasa kita. Memang, kita belum akil baliq dan tidak tahu ada hal apa yang membatalkan puasa kita. Sepertinya mudah sekali berpuasa.
Begitu menginjak pubertas mulai dirasakan cobaan berpuasa. Saat puasa tak sengaja baca majalah porno atau nonton adegan ’syur’ di internet. Kita sadar itu tidak boleh. Begitu sadar istighfar dan langsung menyalahkan teman. Tak sengaja keluar kata-kata kasar. Dan mulai dirasakan kita pun malas shalat tarawih ke masjid karena banyak PR dari sekolah. Yaah…masih maklum bila belajar di rumah, tapi bila kenyataannya nongkrong di kafe sama teman2 se-gank atau pacaran? Naudzubillah.

Saat dewasa biasanya kita sudah mulai tobat untuk beribadah. Tapi ada saja cobaan. Buat ibu-ibu misalnya sangat sulit menghindari bahaya ghibah alias gossip. Dimana-mana gunjingan selalu bertebaran ibarat udara yang tak terlihat tapi bila hilang kita bisa mati tercekik. Ingin memperbanyak sedekah dan infak tapi masih gelisah soal THR yang tak kunjung datang. Buat pengantin baru sulit rasanya menahan cobaan untuk menahan hasrat seksual. Kala pekerjaan menuntut kita masuk pagi pasti berat untuk melakukan qiyamul lail dan itikaf karena risiko ngantuk di kantor. Dan pastinya masih banyak pula cobaan lainnya. Di masjid pun shalat tarawih, tetap asyik bergossip, ada godaan berat untuk mengeluarkan isi dompet ke kencleng amal pulang tarawih dengan pertimbangan kebutuhan lebaran, niat mau itikaf malah keasyikan nonton siaran bola di TV. Dsb…dsb…

Seiring bertambahnya usia, bertambahnya ilmu cobaan pun makin berat. Namun dengan semakin beratnya cobaan nilai amal pun semakin tinggi. Sebagaimana orang yang berusaha wudhu kala cuaca dingin dan dia melawan rasa menggigil nilai amalnya justru lebih tinggi dibandingkan wudhu saat panas.

Namanya cobaan pasti ada dimana pun. Namun bulan puasa adalah ladang amal bagi kita. Semuanya pasti ingin menuainya di hari kemenangan. Segala cobaan berusaha kita lawan sekuat tenaga dengan menanam benih amal sebanyak-banyaknya. Selama kita berniat baik karena Allah, cobaan itu insya Allah bisa dilawan. Dan kita bisa panen amalnya di surga nanti.🙂

Selamat berpuasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s