Balada Gantungan USB

oleh-oleh dari Universal Studio Singapore


Setiap orang jalan-jalan pasti berpikir untuk memberikan oleh-oleh atau cenderamata kepada orang-orang terdekatnya.  Pastinya sih kita berikan kepada keluarga lalu teman terdekat. Sebenarnya oleh-oleh atau cenderamata ini hanya sekedar kenangan dan tanda kasih sayang kita kepadanya. Kadang …saking banyaknya orang yang ingin kita berikan oleh-oleh, kita sendiri kelabakan mendikte siapa aja yah yang belum kita belikan. Dan karena yang ingin kita berikan adalah orang-orang terdekat kita juga tak ingin sembarang oleh-oleh yang kita berikan, meskipun murah tapi setidaknya berharga baginya. Biasanya orang yang kita berikan oleh-oleh pun tak memandang seperti apa cenderamata yang kita berikan, mereka pasti mengucapkan terima kasih.

Dan inilah kisah sebuah cenderamata.

Ketika suatu hari ada yang jalan-jalan berlibur lintas pulau dan lintas negara…kita semua hunting barang-barang di toko souvenir untuk orang-orang tercinta. Tapi ada juga yang kelabakan, dia masih bingung apa sih yang disebut ‘gantungan USB’. Maklum katro. Teman-temannya yang lain menunjukkan contoh yang terpajang di toko.

“opo iku?”

“yaah gantungan USB.” Kata temennya.

“dia penginnya sing panjang.”

“buat sopo??”

“buat koncoku.”

Diaduk-aduk seluruh toko, tidak ketemu yang sesuai spesifikasi. Akhirnya kita jalan ke arah Universal Studio buat mencari gantungan USB.  Akhirnya ketemu juga yang kita cari. Perjalanan yang kita tuju masih jauh. Tapi dipilih-pilih dulu gantungan USB nya itu.

“sek…,”katanya sambil mengeluarkan kalkulator lalu mengkalkulasi konversinya…,”eeh..larang yah”

“yo wis, nang keneh emang larang kabeh, arep tuku ora?”

“mending sing ireng atau sing abang?” sambil pilih-pilih. Hampir saja memutuskan untuk istikharah dulu sebelum beli oleh-oleh.

“sing ireng bae’ laa, buat cah lanang kan.”

“ho oh. Duh larang temene, seharga duit mangan sewulan.” Katanya sambil ke kasir.

“yah ndak apa-apa laa. Sekali-kali kan buat koncomu. Gantungan iku wis adoh tukune, semoga berguna buat uripe koncomu.”kata temennya.

Gantungan USB iku memang adoh perjalanannya, pembelinya langsung naik sepur yang ekstra cepat dari satu pulau ke kota buat foto-foto dulu di Merlion Park melihat-lihat sana-sini. Habis itu naik sepur lagi baru nyampe ke hotel. Besoknya kembali ke tanah air.

Sesampainya di tanah air, untung masih ada ongkos ke tanah air setelah beli gantungan USB, oleh-oleh tersebut diberikan kepada temannya.

Gantungan USB nya nyampe ke tangan yang dituju, pemberi ikhlas….

Meskipun dibilang cuman beli di bonbin, yang ngasih ikhlas…

Meskipun duit mangan sewulane ludes, yang ngasih ikhlas…

Meskipun dibilang harganya sama kayak harga celana, yang ngasih ikhlas…(sambil ngelus-ngelus dada)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s