Nasi Goreng Kebon Sirih

Tepatnya Nasi Goreng Kambing…,atau nasi goreng Bang Salam (lho kenapa??penasaran…baca terus sampai akhir) karena yang disajikan adalah nasi goreng plus daging kambing. Lokasinya di jl.Kebon Sirih – tak jauh dari jl.Sabang – daerah Jakarta Pusat dan merupakan jajanan kaki lima tapi pembelinya sangat banyak dari seantero Jakarta pasti sudah mengenalnya.. meskipun di pinggir jalan tapi makanan ini pasti selalu ramai pengunjung. Biasanya selain nongkrong makan di kursi yang disediakan penjualnya, para pelanggan biasa memesan nasi goreng ini dari mobilnya di tempat parkir.

Para crew ‘nasi goreng kebon sirih’ memang banyak dan bertebaran _ mengenakan seragamnya – di sekitar lokasi untuk melayani pelannggan. Buat pelanggan yang malas turun atau ingin order ‘take away’ bisa tinggal panggil aja crew-nya dan pesan sesuai keinginan, bayar juga ga usah turun. Pokoknya praktis deh.
Harga nasi goreng kambing Kebon Sirih sekarang per porsi sekitar 20 ribuan. Memang termasuk mahal dibandingkan harga nasi goreng kaki lima lainnya, tapi rasanya juga luar biasa. Jadi bisa dibilang murah. Lagipula nasi goreng ini full daging kambingnya.

Rasanya memang gurih, pas lah pokoknya, tidak terlalu banyak kecap dan minyak. Nasi goreng ini menggunakan minyak samin. Ditambah dengan acar yang dipisah, dan acarnya juga segar dan mantap. Nasi goreng ini tidak pedas,,,jadi tak perlu takut buat yang tak suka pedas, sedangkan buat yang suka pedas tinggal menambah sendiri porsi acarnya. Beres kan? Jadi sesuai selera masing-masing..😀

Tambah lagi dengan daging kambingnya yang lezat, gurih dan empuk!! Lalu plus emping yang kriuk-kriuk…enak. Nah makin sempurna kan rasanya nasgor ini. tapi yaaah perhitungan juga nih buat pelanggan yang kolesterol tinggi dan lanjut usia hehe…namun sebaliknya buat yang kurang gizi nasi goreng Kebon Sirih ini bisa jadi makanan langganan :p

Buat keluargaku nasi goreng Kebon Sirih ini sama sekali bukan hal baru. Justru sebelum terkenal namanya kita sudah langganan. Sejak kecil, sekitar tahun 1980-an keluargaku sudah langganan jajan nasi goreng ini karena kebetulan kita tinggal tepat di seberang penjualnya, di flat jl.Kebon Sirih. Dulu kita menyebutnya dengan “nasi goreng Bang Salam” karena penjualnya bernama “bang Salam”. Rasa khas nasi gorengnya dulu sama enaknya dengan sekarang – justru lebih enak – kemungkinan itu resep turun temurun keluarga Bang Salam. Harganya juga pasti lebih murah karena sikon ekonomi masih era Soeharto. Bedanya tempatnya waktu dulu tidak seramai sekarang, mungkin jiwa marketing anak-cucunya Bang Salam memang jago banget, buktinya nasi goreng yang tadinya hanya mangkal di seberang jalan dan sedikit pelanggan sekarang selalu ramai pengunjung dan pasti dikenal seluruh penghuni Jakarta🙂 Meskipun semua orang sudah menamainya “Nasi Goreng Kebon Sirih”, kita sekeluarga masih memberinya nama “nasi goreng Bang Salam”. Dan bang Salam-nya sendiri sebagai penemu resep asli nasi goreng Kebon Sirih sudah almarhum, ortu mengenal bang Salam dan saat berkunjung ke sana tidak pernah dijumpainya. Karena kita sekeluarga sudah familiar rasa nasi goreng ini, kita jadi tahu mana yanng palsu dan asli…sekarang banyak bertaburan di Jakarta nama nasi Goreng Kebon Sirih…tapi ingat yang asli tetap yang di jl. Kebon Sirih.

Selamat menikmati….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s