Survey Masjid Baru

Hari Jum’at kemarin, tanggal 27 April, Jum’at terakhir pada bulan April 2012 tahun ini; akhirnya launching juga masjid baru di tempat kerjaku. Setelah berhari-hari, berminggu-minggu dan berbulan-bulan aku memantau proses pembuatannya dari balik jendela…akhirnya jadi juga masjid baru disebelah masjid yang lama.

Bicara masjid lama, memang sudah lama dan bertahun-tahun usianya, sehingga perlu direnovasi. Sehingga muncullah masjid yang baru. Dan rencananya masjid lama akan digusur. Sedih juga berpisah dengannya, meskipun telah ada pengganti yang jauh lebih baik. Tapi yang namanya perpisahan tetap saja menyedihkan, karena pasti tak kan bersua kembali. Namun kenangan pasti ada, aku tetap merasa banyak berutang budi pada masjid lama yang senantiasa mengumandangkan adzan untuk mengingatkanku shalat kala sibuk kerja, bisa menjalin silaturahmi dengan pengurus DKM dan rekan kerja diluar pembicaraan serius pekerjaan, beramal, menyejukkan jiwa yang kerap emosi atau stress dan senantiasa menjadi tempat istirahat terbaik terutama pas bulan puasa😀

Kembali bicara masjid baru, aku sebenarnya sudah gemas saat pembukaan untuk melihatnya, tapi karena yang diundang hanya para big boss, otomatis tak ikutan. Penggunaan secara massal pas Jum’atan dan tentu saja lagi-lagi aku tak bisa ikutan.
Aku baru bisa shalat berjamaah di masjid baru ketika shalat Ashar, dan baru pertama kalinya pas shalat aku sengaja membawa BB-ku supaya bisa memotret keadaan masjid yang masih ‘fresh’. Biasanya sih BB-ku cuek saja ditinggalkan tergeletak di meja ketika shalat.

Ternyata tak hanya aku saja yang sibuk memotret sana-sini kondisi masjid baru ini. Setelah selesai shalat banyak teman2 yang sibuk foto2 kondisi masjid baru yang membuat mereka takjub ini.. bahkan ada teman pria yang lihat-lihat ke tempat jamaah wanita, yang sesekali ini kita toleran lah….maklum masih launching, malah sempat2nya kita foto narsis juga😛

Sejak pembuatannya kita memang tahu masjid ini akan berdiri dengan megah, dan tak sabar kapan selesainya. Dari jalan layang Pasupati pun terlihat megah, dan satu-satunya masjid yang ada di jalan layang. Teman-temanku yang dari RSHS, yang tetangga sebelah, juga tak sabar ingin shalat di sini dan memuji keindahan masjid ini. Dan begitu launching, teman yang tak biasanya shalat di masjid ini pun, karena posisi kerjanya yang jauh, bela-belain shalat di sini. Benar-benar ada magnetnya..subhanallah.

Tampak depan masjid An Nuur ini, mirip dengan kedutaan Mesir di jl.Teuku Umar Jakarta, hanya saja bentuknya jauh lebih ‘mini’ dan sederhana dibandingkan kedutaan Mesir tsb. Terdiri dari 3 lantai, lantai pertama untuk toilet dan tempat wudhu, lantai kedua untuk imam dan jamaah pria sedangkan lantai 3 untuk jamaah wanita.
tempat wudhu wanitaTempat wudhunya dijamin oke…banyak sekali keran wudhunya sehingga tak perlu mengantri panjang saat berwudhu. Toiletnya juga lumayan banyak dan bersih-seperti toilet di mall- ada kamar mandinya pula, jadi tak perlu khawatir buat yang ingin ‘mandi bersih’ dulu sebelum shalat. Aku hanya melihat ke tempat wudhu wanitanya; tempatnya bersih tersedia tissue, tempat sampah, wastafel, cermin buat dandan serta tempat penitipan sepatu Semoga terjamin terus kebersihannya.

Di dalam masjid, terpancang pilar-pilar kecil emas dan berukiran di tempat jamaah pria. Lantainya beralaskan papan seperti villa-villa yang di puncak, sehingga tidak dingin dan mudah dibersihkan. Lantainya pun sudah didisain per shaf-nya. Di kiri-kanan masjid terpancang ukiran “pohon palem” berbahan semen, yang semakin membawa kesan teduh di dalam masjid. Awas ngantuk!😛

Dinding mimbar bernuansa hijau tosca, di kanan-kiri dihiasi dengan ukiran kaligrafi perpaduan warna hijau tosca, biru, putih dan kuning emas. Di atas mimbar juga tergantung lampu cantik dan unik.
Dari lantai 3, tempat jamaah wanita, tampak dibatasi dengan ‘pagar’ kaca bernuansa kaligrafi dan tampak pemandangan ke arah jalan layang Pasupati. Dengan jendela yang banyak dan memberikan semilir angin segar …semoga tidak membuat ngantuk saat mendengarkan ceramah🙂

akses dari jl.Rumah SakitSelesai foto-foto masjid, lihat- lihat juga ke lantai basement yang rencananya sebagai tempat kafetaria di sana. Masih kosong plong sih tempatnya, tapi bersih dan bagus juga disainnya. Mirip food court basement di mall-mall. Ada toilet dan tempat cuci tangan, serta akses ke jl.Rumah Sakit yang nanti terbuka untuk umum. Hmmm…. mungkin untuk meletakkan kompor seperti di food court mall gitu sistemnya, pakai semacam pipa gitu lah…..Tapi berhubung ada temanku yang sangat mencintai teh tawar, jadi dia berpikir mungkin tak perlu kompor😛

So far so good, mungkin justru dengan terhubungnya jalur umum-kafetaria-masjid, berarti ini akan semakin memakmurkan masjid dengan memperbanyak jamaah. Amiin.:)
Hayya ‘alas shalaah…
Marilah kita shalat…

One response to “Survey Masjid Baru

  1. Ping balik: Tondo: Tak Ada Pembicaraan Dualisme PSSI | ligaindonesia.biz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s