Patung Artistik dan Historikal di Ibukota

Sejak kasus kecelakaan maut di Tugu Tani, orang-orang terus heboh membicarakan “tugu Tani” dan datang ke lokasi. Tapi apakah ada yang ingat bahwa nama sebenarnya dari Tugu Tani adalah “Patung (Tugu) Pahlawan” ? Bahkan di halte busnya pun tertulis ‘HALTE:TUGU TANI’ bukan TUGU PAHLAWAN.

Lucunya pas hari kejadian Xenia di Patung Pak Tani..eits..di Patung Pahlawan, seminggu yang lalu kebetulan aku dan adikku sedang lewat daerah Kebayoran (kita belum dengar ada berita naas tsb) dan kita melihat patung pemuda yang membawa obor, aku langsung bertanya kepada adikku “ini namanya patung apa yah?” “patung kebayoran mungkin,”jawab adikku. “kalau patung pancoran yang mana?” tanyaku lagi. “yang lagi nunjuk.” “patung pak tani dimana? Patung selamat datang yang mana? Kok namanya lucu-lucu yah.” Dan aku pun penasaran juga patung-patung di Jakarta, kenapa punya nama yang unik….dan bentuknya juga menarik yang pasti diingat orang. Akhirnya aku pun mulai browsing tentang patung di Jakarta.

Ternyata sangat menarik makna di balik patung-patung di Jakarta. Bentuknya juga artistik dan pasti diingat wisatawan. Biasanya dijadikan patokan jalan atau tempat. Sepertinya tidak hanya aku saja yang baru mengetahui makna patung-patung ysb, warga Jakarta atau se-antero Nusantara pun belum tentu tahu. Saat mengetahuinya, kita bisa takjub kepada seniman, presiden dan pejabat (gubernur,pemda , dsb) jaman dulu…terbukti ternyata sense of art mereka begitu tinggi dan mereka juga tidak korupsi demi negerinya.

Berikut adalah patung-patung historikal di Jakarta yang dikenang sepanjang masa :

1.     Patung Selamat Datang

Patung ini terdiri dari tugu setinggi lebih kurang 30 meter dari tanah dengan sepasang pemuda pemudi diatasnya sedang melambai tangan penuh semangat.Tinggi patung dari kepala sampai kaki 5 meter. Sedangkan tinggi seluruhnya dari kaki hingga tangan yang melambai adalah 7 meter. ..wow..tinggi banget yah…

Tugu/patung ini ditempatkan di tengah bundaran besar di tengah persimpangan jalan, pertemuan Jl. Sudirman dan Jl. MH. Thamrin, Jakarta. Karena letaknya di depan Hotel Indonesia alias HI dan posisinya di bundaran…nama patung ini lebih dikenal sebagai ‘Patung Bunderan HI’

Bundaran itu sendiri berupa kolam air mancur yang amat indah. Disekitar patung ini ada lima formasi Air Mancur yang merupakan simbol ideologi Negara Republik Indonesia, Pancasila.

Patung Selamat Datang dibangun untuk mengucapkan selamat datang kepada para atlet yang akan berlaga di Asian Games IV yang dilaksanakan di Jakarta pada tahun 1962. Patung yang tepat berada di depan Hotel Indonesia itu, selain menjadi gerbang masuk Kota Jakarta, juga merupakan pintu gerbang dalam rangkaian kegiatan pertandingan yang diselenggarakan di Istora Senayan masa itu.Karena waktu itu kebanyakan tamu asing yang datang ke Jakarta melalui Bandara International Kemayoran dan singgah/menginap di Hotel Indonesia yang juga sengaja dibangun sebagai tempat bagi tamu asing tersebut. Asumsinya, sebelum masuk ke area hotel mereka mendapatkan ucapan selamat datang dari patung ini.

Patung ini dibuat untuk menyambut datangnya tamu asing ke ibukota RI. Lihat saja patung ini bila di close up…sang pemuda-pemudi melambai ceria ibarat menyambut datangnya tamu. Dan sang pemudi memegang bunga di tangan kirinya, bunga biasa diberikan untuk menyambut datangnya tamu asing.

Selain untuk menyambut datangnya tamu asing; nama patung ini diberi nama “Patung Selamat Datang” karena patung ini juga menghadap utara alias Kota yang pada waktu itu merupakan pusat bisnis, perdagangan, dan pendatang dari pelabuhan.

Patung yang terbuat dari perunggu ini diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1962. Sketsa atau rancangan Patung Selamat Datang buat oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Henk Ngantung, dan pelaksana pembuatannya dikerjakan oleh Edhi Sunarso dalam kurun waktu satu tahun.

2.     Patung Pahlawan.

Karena bentuknya, patung ini lebih dikenal sebagai “Patung Pak Tani” atau “Tugu Tani”.

Nama “Tugu Tani” awal 2012 jadi populer karena ada kecelakaan tapi tampaknya banyak yang lupa nama aslinya dan pesan yang disampaikan Bung Karno yang tertulis di bawah patungnya.

Patung yang lokasinya di daerah Kwitang Jakarta ini adalah pemberian dari Pemerintah Uni Soviet untuk Indonesia. Selain sebagai hadiah, patung ini juga sebagai manifestasi dari persahabatan kedua Negara. Patung tersebut dibuat oleh pematung ternama asal Rusia Matvel Manizer dan Otto Manizer di Uni Soviet. Kemudian dikirim ke Indonesia (Jakarta) menggunakan kapal laut. Lalu diresmikan pada 1963.

Inspirasi pembuatan patung ini, ketika Presiden Soekarno dan seniman dari Uni Soviet tsb mengunjungi desa di Jawa Barat dan melihat seorang ibu yang memberikan bekal nasi sambil memberikan semangat kepada anaknya yang hendak pergi berperang. Saat itu RI dalam perjuangan untuk pembebasan Irian Barat.

Terinspirasi oleh ibu  yang menyemangati anaknya tsb, maka dipahatlah patung ini. Dan diberi nama Patung Pahlawan oleh Bung Karno.

Patung seorang lelaki dengan topi alias caping khas pak tani  dan menyandang senapan di bahunya sedang diberi bekal oleh sang ibu. Pahlawan kita dulu memang tak beda jauh penampakannya dengan petani…topi dan bajunya sama, yang beda pahlawan bawa senapan  dan petani yaaah.. pasti bawa cangkul😉

Patung ini dibuat untuk menghargai pahlawan kemerdekaan kita.

Lihatlah ekspresi patung ini juga luarrr biasa benar2 menghargai pahlawan, lihatlah tatapan ibunya yang memberi bekal anaknya …benar2 sosok seorang ibu sejati , dan sang anak tetap gagah ingin maju ke medan perang🙂

Saat diremikan, Oleh Bung Karno di bawah patung ini diberikan sebuah plakat yang menempel di bawah patung yang berbunyi “HANJA BANGSA JANG MENGHARGAI PAHLAWAN PAHLAWANNJA DAPAT MENJADI BANGSA JANG BESAR”.

(Hanya bangsa yang menghargai pahlwan-pahlawannya dapat menjadi bangsa yang besar)

3.     Patung Pemuda Membangun.

Patung ini dibuat sebagai penghargaan untuk pemuda dan pemudi dalam keikut sertaannya pada pembangunan Indonesia. Patung ini adalah sosok seorang pemuda gagah dan kuat sedang memegang piring berisi api yang tak pernah padam sebagai perwujudan semangat pembangunan yang tak pernah mati.

Sosok pemuda di patung ini memang tampak gagah, dengan perut six pack, seluruh tubuhnya berotot kekar dan kuat memegang obor.

Rencana peresmian di Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1971, tapi karena pembangunan belum selesai akhirnya pada bulan Maret 1972. Patung ini terletak di Bunderan Senayan.…dan lebih dikenal dengan nama Patung Bunderan Senayan.

Sama seperti Patung Selamat Datang, patung ini juga dikelilingi oleh bunderan air mancur.

4.     Patung Dirgantara.

Jarang juga yang tahu nama asli nama patung ini. Orang-orang lebih mengenalnya sebagai “Patung Pancoran” karena letaknya di jl. Pancoran.

Ide pembuatan patung ini tercetus langsung oleh Presiden Soekarno, karena beliau melihat keberanian atau kesatriaan dalam hal kedirgantaraan Indonesia. Namun bukan kendaraan/pesawatnya yang ditekan dalam pembuatan patung ini, melainkan dilihat dari sisi manusianya yang mempunyai sifat jujur, berani, dan bersemangat mengabdi kepada negara. Hingga dilambangkan dalam bentuk manusia yang mempunyai semangat keberanian bangsa Indonesia untuk menjelajah angkasa. Makanya, kesannya patung ini ada di angkasa atau orang yang bisa terbang seperti Superman. Salah satu posisi tangan ini juga menunjuk ke arah Jakarta Pusat maksudnya untuk menunjukkan posisi Bandara Internasional Kemayoran saat patung ini dibuat.

Perancang Patung Dirgantara adalah Edhi Sunarso dan dikerjakan oleh pematung keluarga Arca Yogyakarta pimpinan Edhi Sunarso. Patung ini selesai tahun 1966.

Karena kurangnya anggaran untuk pembuatan patung ini, Bung Karno rela menjual mobil pribadinya….nah terbukti kan demi negerinya pejabat zaman dulu TIDAK korupsi…bahkan rela menguras harta pribadinya. Sangat terbalik yah keadaannya dengan sekarang…

5.     Patung Pembebasan Irian Barat.

Lebih dikenal dengan Patung Lapangan Banteng karena berada di dalam area Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Patung ini dibuat pada 1962, dimana pada saat itu bangsa Indonesia sedang berjuang untuk membebaskan wilayah Irian Barat dari tangan Belanda. Patung ini tercipta atas ide Bung Karno pada saat Beliau sedang pidato di Yogyakarta dalam menggerakan massa untuk membantu membebaskan saudara-saudaranya di Irian Barat. Yang kemudian diterjemahkan oleh Henk Ngatung dalam bentuk sketsa.

Bentuk patung ini menggambarkan seseorang yang telah bebas dari. Patung ini diresmikan oleh Bung Karno pada tanggal 17 Agustus 1963.

6.     Patung Arjuna Wijaya/Asta Brata.

siang hari

Dibangun era Soeharto yang menyukai dunia pewayangan, makanya temanya pun serupa. Tapi hasilnya sangat bagus…apalagi bila dilihat malam hari.

Patung Arjuna Wijaya yang dibangun Agustus 1987 yang terletak di daerah M.H Thamrin ini mewujudkan sosok Arjuna dalam perang Baratayudha.

arjuna wijaya malam hari

Adegan patung karya pematung Nyoman Nuarta itu diambil dari fragmen waktu mereka melawan Adipati Karna. Kereta itu ditarik delapan kuda, yang melambangkan delapan ajaran kehidupan (hidup harus mencontoh bumi, matahari, api, bintang, samudra, angin, hujan dan bulan=Asta Brata )yang diidolai oleh Presiden Soeharto.

Di bagian patung itu nempel prasasti yang bertuliskan Kuhantarkan kau melanjutkan perjuangan dengan pembangunan yang tidak mengenal akhir.’

Pada waktu pembuatannya, karena keterbatasan dana, akhirnya patung itu dibuat dari bahan poliester resin yang punya kelemahan mudah rapuh jika terkena sinar ultraviolet. Akhir tahun 2003, patung ini direnovasi dengan menelan biaya 4 Milyar dan material patungnya diganti dengan bahan tembaga.

7.     Patung Sudirman.

Patung ini paling tidak kreatif yah sepertinya dibandingkan patung-patung lainnya. Namanya patung Sudirman, bentuknya jelas sosok Jenderal Sudirman dan letaknya di jl.Sudirman. jadi..tak mungkin bisa punya nama populer lain seperti patung lainnya. :p

Patung ini dibangun saat era reformasi dan dikerjakan oleh seniman sekaligus dosen seni rupa ITB, Sunario.

Sosok Jenderal Sudirman digambarkan berdiri kokoh menghormat dan kepala sedikit mendongak ke atas untuk memberi kesan dinamis. Karena berdiri di tengah kawasan yang penuh dengan beragam aktivitas, patung sengaja didesain sederhana dan tidak memerlukan banyak rincian.

Tinggi patung ini hanya 12 meter,,,tidak setinggi patung lainnya.

Patung ini justru mulai populer saat film Nagabonar 2, dimana Dedi Mizwar menghormati patung Sudirman ini…”turunkan tanganmu Jendral.”

naga bonar 2

Banyak juga yang menentang posisi menghormatnya Jendral Sudirman karena tidak pada tempatnya dimana posisi patung ini di tengah orang yang melintasi jalan.Mungkin itulah sebabnya Nagabonar dalam aktingnya mengatakan,,”..turunkan tanganmu Jendral…”

Menurut rencana patung Jenderal Sudirman sedianya akan diresmikan 22 Juni 2003 bertepatan HUT ke-476 Jakarta, namun tidak terealisasi. Peresmian akhirnya dilaksanakan tanggal 16 Agustus 2003.

Banyak yang menentang peresmian patung ini…entahlah mungkin karena penghamburan uang oleh Bang Yos, gubernur DKI saat itu.

 

 

indahnya patung-patung di jakarta saat malam hari

Sumber :

http://ariesaksono.wordpress.com/2008/05/28/patung-jenderal-sudirman-jakarta/

http://terselubung.blogspot.com/2009/12/makna-dibalik-patung-patung-di-jakarta.html

http://www.explore-indo.com/sejarah/260-patung-patung-di-jakarta-mengenal-dan-melestarikan-nilai-nilai-sejarah-bangsa.html

4 responses to “Patung Artistik dan Historikal di Ibukota

  1. waaahhh, terima kasihh..saya memang sedang mencari nama patung kuda yang di thamrin itu. Baru tahu namanya keren, Arjuna Wijaya.
    Jadi dapat banyak bonus ulasan lagi nihh..;)
    dapat dimana sumbernya? saya mau ubek2 situs pemda tapi sedang tidak mood dengan bahasan boring #disambit

  2. I do not even know the way I stopped up here, but I thought this
    put up was once great. I don’t understand who you are however certainly you are going to a well-known blogger in case you are not already😉 Cheers!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s