Macet

Setiap hari, saat di jalan, kita pasti bertemu dengan peristiwa macet. Umummnya macet sering membuat emosi. Tapi tahukah sebenarnya macet itu adalah anugerah yang perlu disyukuri…(lho..??kenapa?pasti banyak protes).
Macet adalah anugerah, karena macet adalah suatu bukti bahwa kita tidak hidup sendiri di muka bumi ini. Mengingatkan kita akan hablumminannass (selain hablumminallah). Macet adalah bukti bahwa di jalan raya ada manusia lain pengguna jalan, sebenarnya di jalan pun merupakan salah satu wadah untuk silaturahmi manusia.
Hmmm…bukannya kalau macet orang cenderung emosi? Nah,,,itulah pikiran orang selalu berpikiran negatif. Marilah kita usahakan untuk positive thinking selalu….Bayangkan yah…bila kita sendirian terus di jalan, jalanan lancar, sampai tujuan dengan tepat waktu. Hati senang memang, tapi…bila sesuatu terjadi di jalan kayak mogok atau ban kempes atau ortu mendadak kena serangan jantung di jalan secara di jalan sepi…kosong, mau minta tolong sama siapa? Mungkin perumpamaan ini terlalu berlebihan, but who knows? atau cukup hal sepele saja di jalan seperti tersesat…kalau macet kita bisa lanngsung nanya “tetangga” sebelah yang lagi sms-an di motor sambil nunggu macet…tapi bila lalu lintas lancar kita juga harus berbingung ria mencari tukang rokok/parkir buat nanya karena semua motor dan mobil pasti ngebut.

Bila ditanya apa sih penyebab macet? Pasti akan bikin capek pikiran saja. Karena bila sampai tujuan pun,,ternyata tidak ada
penyebabnya, tetap saja macet sampai tujuan tanpa ada mobil mogok, kecelakaan, banjir, dll.
Dulu, kata orang, macet gara2 si Komo lewat….ini jauh lebih tak masuk akal lagi, meskipun benar2 ada mahluk yang namanya si “Komo” tapi sepertinya lalu lintas malah lancar bukannya macet, karena semua orang takut melihat mahluk yang kayak dinosaurus itu,,takut keluar rumah, dan pengguna jalan pun langsung kabur😀

Kembali berpositive thinking tentang macet (supaya nggak bete terus di jalan), memang sudah fitrahnya macet di jalan. Karena jalanan memang bukan milik kita sendiri, milik semua orang, segala macam kendaraan baik mobil, motor pribadi atau kendaraan umum pasti tumpah ruah di jalan raya. Jalan raya memang milik bersama, wajar saja bila harus mengantri alias macet. Tak hanya di jalan raya, di segala fasilitas umum kita kan memang terbiasa harus mengantri; di toilet umum, ATM, Bank, pasar, loket kereta api saat lebaran, di tempat ibadah kayak di mall aja kita harus ngantri shalat krn banyak penggunanya tapi kecil tempatnya sampai kadang kita pun sampai harus berkorban pas ngantri shalat jadi terpaksa harus ngatri wudhu (lagi) karena -maaf- kentut.
Nah…, bila dipikir2 jauh lebih banyak pengorbanan orang yang ingin shalat di mall daripada kena macet, yang ingin shalat berapa kali dia terpaksa ngantri (ngantri wudhu,ngantri shalat, ngantri wudhu lagi krn batal, ngantri shalat lagi) secara waktu shalat sangat terbatas. Sedangkan mengantri di jalan raya sudah menjadi ‘makanan pokok’ kita sehari2, dimana kita telah terbiasa menghadapinya….dan tidak masalah bila kita kentut🙂 Asal jangan kentut di busway, kasihan penumpang lainnya.
Namanya tempat umum yah harus lah biasa berbagi – kecuali bagi para pejabat dan presiden kaliii….
Selama kita belum bisa jadi presiden, yah harus mau rela dan ikhlas berhadapan dengan macet.

Kapan biasanya macet? Pas weekend, jam pulang kerja, jalanan ditutup krn ada pejabat lewat, lagi ada konser, lagi ada pertandingan sepak bola di stadion sekitar jalan yang dilalui, long weekend, pas orang mudik lebaran, saat hujan besar, banjir, atau lagi ada kecelakaan beruntun…
Lho, berarti setiap hari dong macet?!? ya…iya lah…kan sudah dibahas di atas namanya juga milik bersama dan kita bukan Presiden, yang selalu dapat jalur khusus bila berkendaraan🙂 Jadi mau ga mau jadi makanan pokok tiap hari…so, enjoy the traffic!
Sebagai usaha hablumminannas (mempererat hubungan antar manusia) pas macet, daripada cemberut mendingan sesekali kenalan lah sama penumpang lainnya, atau bila bawa kendaraan pribadi bisa kan senyum ke pengemudi lain atau kalau mau lambaikan tangan….kesannya lebay, tapi pasti dibalas kok senyum dan lambaian tangannya🙂

Bisa juga sebagai ladang amal kok kalau macet, senyum juga bisa amal, sediakan selalu uang receh buat pengamen, pengemis, pedagang asongan(meskipun ga beli), kalau tak uang minimal senyum lah….
Banyak juga yang bisa dilakukan saat macet, usahakan selalu sediakan buku/majalah di tas, kita bisa baca, atau dengarkan musik, atau baca ebook yg sudah didownload ke HP/BB. Atau baca blog gw🙂

Tak ada gunanya mengeluh…”duh..macet”,”udah malem jakarta masih macet” ….hanya orang2 negative thingking yang begitu, karena yang mengalami macet toh tak hanya kita sendiri, namun ribuan orang pengguna jalan raya lainnya juga pasti mengalami hal serupa.
“Gimana ga mengeluh,orang udah 4 jam macet….masih disini2 aja, pasti lah lo juga bete, nih kaki sampe pegel”(salah satu jawaban waktu ditegur jangan mengeluh)….Mau kita mengeluh atau tidak….namanya macet yah pasti akan tetap macet. Sekali lagi-kecuali mendadak kita jadi presiden🙂
Yang jelas kita istighfar dan berdoa saja supaya bisa selamat sampai tujuan. Lagi pula bila kita terus mengeluh/ngedumel/ngomel/bete/complain pas macet,,,,tanpa sadar terucap kata2 tak sedap dari mulut kita-lenyap sudah niat baik kita saat berangkat. Bila kita istighfar terus saat macet, justru semakin lama macet semakin sering kita istighfar. Tujuan kita adalah sampai dengan selamat. Titik. Toh, billa kemarin kita macet hari ini bisa kumpul dengan keluarga. Syukur kita bisa selamat.

Macet…pasti akan makan waktu lama di jalan raya, karena jalanan milik bersama. Tapi nikmati saja, semacet2nya lallu lintas sampai makan watu 8 jam dari Gedung Sate ke Pasteur, 12 jam dari Jatinegara ke Lebak Bulus atau 24 jam dari Cirebon ke Prupuk…yah bersyukurlah akhirnya sampai juga di tempat tujuan dengan selamat dan berkumpul dengan keluarga. So, enjoy the traffic.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s