Malam Seribu Bulan

Sesungguhnya, Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan.
Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.
Pada malam itu, turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar
.
(Al Qadr: 1 – 5)

Tak terasa bulan puasa kali ini telah berjalan hampir dua minggu atau telah lewatnnya sepuluh hari pertama bulan ramadhan.
Menurut hadist Muslim diriwayatkan turunnya lailatul Qadr pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Untuk penentuan jatuhnya malam lailatul Qadr memang berbeda-beda riwayatnya; ada yang mengatakan tanggal 17, malam ke-21, malam ke-27, malam yang ganjil. Tidak ada yang tahu persis jatuhnya malam lailatul Qadr, tapi secara umum disimpulkan jatuhnya pada bulan Ramadhan, terutama pada sepuluh malam terakhir dan pada malam yang ganjil.

Malam lailatul Qadr adalah malam yang mulia, dimana malam ini adalah malam diturunkannya Al Qur’an kepada Rasulullah SAW. Lailatul Qadr bermakna pengaturan dan penentuan. Malam ini sungguh mulia sepanjang malam hingga terbit fajar, sangat mulia dimana cahaya langit malam bersinar terang, halus dan berbinar-binar karena pada malam ini berturunan malaikat ke muka bumi untuuk mengatur segala urusan.

Semua umat muslim mengharapkan mendapatkan malam ini. Mereka semua berharap agar shalat atau ibadahnya dapat diterima pada malam ini.
Barangsiapa melakukan shalat sunnah pada malam lalilatul Qadar karena iman dan ikhlas, maka diampunilah dosanya yang telah lalu” (H.R Bukhari dan Muslim)
Kita pasti telah merasa bahwa kita telah melakukan banyak kesalahan semasa hidup kita. Maka Ramdhan adalah kesempatan terbaik untuk mensucikan diri. Dan bila kita mendapatkan lailatul Qadar? Subhanallah.

Pada malam ini dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, ditetapkan segala norma, nilai-nilai kehidupan yang prinsip, ditentukan pula kadar umat, ditetapkan nilai-nilai yang agung. Dan semua urusan itu langsung diurus oleh para malaikat dengan utusan langsung dari Allah SWT. Malaikat turun langsung ke bumi untuk menyelesaikan urusan seluruh umat karena diperintah oleh Allah SWT…..subhanallah…. oleh karena itulah malam ini disebut malam yang mulia.

Malam ini lebih baik dari seribu bulan. Kata “seribu” disini tidak berarti suatu batasan bilangan. Malam ini jauh lebih baik daripada beribu-ribu bulan bagi kehidupan manusia. Arti “seribu bulan” disini maksudnya kebaikan yang tak terhingga masanya.

Datangnya malam lailatul Qadr ini hanyalah rahasia Allah semata. Tidak ada tanda-tanda alam tertentu yang menunjukkan datangnya malam ini, walaupun pada malam yang agung ini terjadi festival alam semesta yang luar biasa karena turunnya para malaikat. Gejala-gejala festival alam itu tak bisa dilihat oleh mata manusia biasa. Semuanya rahasia Allah SWT.
Oleh karena itu, bila kita mempunyai keinginan agar mendapatkan malam ini berusahalah untuk selalu beribadah dengan iman dan ikhlas sepanjang malam. Terutama pada bulan Ramadhan. Bila kita mendapatkan malam ini, insya Allah dosa kita yang telah lalu akan diampuni dan keinginan kita akan langsung diurus oleh malaikat yang diutus Allah SWT.

Hanya saja, semakin lama manusia semakin lupa akan kemuliaan malam ini. Walaupun secara teori kita tahu apakah malam lailatul Qadr itu, tapi kita semakin khilaf.
Ditambah lagi kita tidak tahu gejala peristiwa alam yang luar biasa ini, banyak yang tidak peduli. Biasanya pada bulan Ramadhan akhir-akhir ini justru terjadi persaingan tayangan menarik antar stasiun televise. Dimana tayangannya justru diperbanyak adalah acara hiburan dan komedi. Saat datangnya malam yang mulia itu, kebanyakan dari kita justru sedang tertawa di depan televisi. Dan biasanya kita juga sedang tertawa pada acara pesta dan hura-hura dengan dalih latar belakang acara buka bersama. Atau kita justru sedang bernyanyi bersama-sama di konser musik Gigi yang membawakan lagu bertemakan lailatul Qadar. Bukan saat kita beribadah dengan iman dan ikhlas.
Semoga saja kita terhindar dari hal-hal yang demikian. Dan semoga saja kita semua mendapatkan malam lailatul Qadr yang mulia itu. Amin

Sumber:
Tafsir Fi Zhilalil Qur’an Jilid 24, Sayyid Qutb, 2002, hal.194-198

One response to “Malam Seribu Bulan

  1. kalau diijinkan, saya hendak bertanya tentang lailatul qadar…

    1. apakah semua orang yang sedang beribadah ketika para Malaikat turun, PASTI MENDAPAT LAILATUL QADAR…?

    Ataukah Lailatul Qadar berkunjung seperti tamu, jadi tidak semuanya dapat walaupun sdg beribadah…?

    2. Malaikat turun di negara mana…? Misal di Indonesia malam hari & ternyata terjadi lailatul qadar, apakah umat Islam di belahan bumi lain misalnya di Eropa yang sedang ibadah puasa (karena siang hari) PASTI MENDAPAT KEUTAMAAN LAILATUL QADAR, karena sedang beribadah ketika malaikat turun…?

    3. Bagaimana kalau para ulama sedunia membuat catatan kapan lailatul qadar terjadi di tahun-tahun sebelumnya… Misal pada tahun 1428H lailatul qadar terjadi pada malam 25, tahun 1427H pada malam 27 dan seterusnya…

    terima kasih saya haturkan…

    semoga Allah menyatukan & melembutkan hati semua umat Islam, amin…

    salam,
    achmad faisol
    http://achmadfaisol.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s