Kebulatan Tekad

Suatu kalimat yang tak asing bila kita mendengar dari suatu pidato diucapkan “semuanya disertai dengan tekad yang bulat”. Tapi sebenarnya, pernah tidak terpikir oleh kita, mengapa harus kata “bulat” yang biasanya menyertai kata “tekad”? Mengapa harus tekad yang bulat? Karena tekad itu berarti suatu keinginan atau keyakinan. Untuk melakukan sesuatu keyakinan benar-benar harus utuh bila ingin terlaksana dengan sempurna. Bulat menggambarkan suatu lingkaran dalam bentuk dimensi tiga yang saling berhubungan satu sama lain tanpa terputus. Bila satu saja sudah rusak dalam dimensi yang bulat berarti bulatan itu tidak akan sempurna untuk menjadi sebuah bola.

Begitu pula bila kita bertekad untuk melakukan sesuatu, bila tidak dilakukan secara utuh, sulit mencapai cita-cita yang sempurna.

Seperti yang terjadi pada Emily, seorang karyawati yang mulai merasa jenuh dengan pekerjaannya. Sebenarnya Emily tidak jenuh semata, hanya saja ia merasakan pekerjaan yang ia lakukan selama ini tidaklah sesuai dengan profesi ilmunya. Awalnya Emily berusaha menyukai pekerjaannya, namun semakin lama ia justru semakin nelangsa dengan apa yang ia kerjakan. Emily tidak bisa menjelaskan secara detail kepada orang lain mengenai dasar-dasar ilmu ataupun masalah yang menyangkut pekerjaannya.

Selama ini Emily berhadapan dengan pekerjaannya yang hanya berkutat pada angka nol. Dan ia harus menandatangani semua berkas-berkas pekerjaannya bila angka yang ada pada berkas tersebut adalah angka nol semua. Bila ada satu angka yang hasilnya di atas angka nol, Emily harus mengundang atasan dan beberapa pihak terkait untuk diskusi mengenai masalaha tersebut. Emily menghadapi pekerjaannya hanya sebagai formalitas saja, karena dasar-dasar ilmu yang telah dipelajarinya selama ini jauh berbeda dengan pekerjaannya. Ilmu yang telah dipelajari Emily selama ia kuliah adalah bila sesuatu hasil mencapai angka nol berarti itu adalah masalah besar. Sedangkan yang dilakukan selama ini, justru berbanding terbalik, hasil yang memenuhi syarat adalah angka nol.

Lama kelamaan Emily merasa jenuh juga. Selain karena pekerjaan yang tidak sesuai dengan profesinya, ia juga sudah muak bila setiap hari berhadapan dengan angka nol yang berbentuk lingkaran itu. Bayangkan, setelah seharian kerja berkutat dengan angka nol, saat pulang ke rumah pun ia harus melihat panci di dapurnya yang bergelantungan dengan bentuk lingkaran itu. Di depan rumahnya terdapat servis untuk tambal ban yang bentuknya lingkaran! Belum lagi setiap hari ia harus makan telur ceplok, bentuk piring dan gelasnya juga melingkar, sprei di kamarnya bercorak polka-dot, teralis jendela rumahnya berbentuk lingkaran, keponakannya baru bisa bicara “o..”, di halaman rumahnya hanya ada pohon apel dan jeruk yang berbentuk seperti angka nol! Setiap malam pun Emily bermimpi berada di angkasa dan melihat susunan planet, bulan dan matahari yang sudah tentu bulat bentuknya.

Akibat semua kejenuhannya itu, akhirnya Emily bertekad untuk keluar dari tempatnya bekerja. Walaupun di tempatnya bekerja, sudah sangat terjamin kesejahteraan karyawannya dengan gaji yang lumayan dan bonus nan berlimpah, Emily sudah tak peduli. Uang bukanlah segalanya. Percuma saja bekerja bila tak berkenan di hati. Emily bertekad untuk mencari pekerjaan di luar kota yang sesuai dengan profesinya.

Emily tidak main-main dengan tekadnya. Ia tak sembarang mengundurkan diri begitu saja dari tempatnya bekerja. Karena pekerjaan memang sulit didapat. Ia tak ingin secepatnya menjadi pengangguran. Sebelum mengundurkan diri, Emily sudah mengajukan beberapa lamaran pekerjaan ke tempat yang diincarnya. Sementara ia masih sibuk dengan pekerjaan angka nol-nya itu, diam-diam Emily bertanya kesana kemari mengenai syarat-syarat penerimaan karyawan baru di tempat lain. Sepulang kerja, Emily selalu belajar untuk semacam ujian penerimaan karyawan baru. Ia juga telah menyiapkan fotokopi ijasah, pas foto, CV, semuanya telah tersusun rapi.

Selain itu, Emily juga berusaha membereskan semua hutangnya pada tempat ia bekerja. Emily menyelesaikan semua pekerjaannya, yang ada angka nol-nya itu, dengan seksama.
Hutang dalam bentuk uang yang belum dilunasi juga diselesaikan. Hutang kepada rekan kerjanya, hutang kepada tukang koran langganannya di kantor, hutang kepada tukang jajanan di depan kantor serta hutang angsuran pembelian TV pada tempat peminjaman di kantornya. Karena berniat hendak ke luar kota, Emily juga menyelesaikan segala urusannya di bank tempat ia bertransaksi.

Semua dokumen pekerjaannya pun telah dirapikan dengan teliti. Emily berusaha bersikap baik kepada semua rekan kerjanya agar tak meninggalkan rasa bersalah ataupun dendam bila kelak harus berpisah.

Ketika Emily mendapat panggilan kerja di tempat yang dilamarnya, barulah ia mengajukan surat pengunduran diri. Saat ia pamit kepada seluruh rekan kerja lamanya dan harus mentransferkan pekerjaannya kepada orang baru, semuanya berjalan lancar, tak ada cela yang ditinggalkannya. Sehingga memberikan kemudahan pula bagi karyawan baru yang hendak menggantikan posisinya. Segala hutang dalam bentuk moril dan materiil telah lunas.
Untuk beradaptasi dengan lingkup yang baru pun, Emily telah siap karena sebelumnya ia sudah sering berkomunikasi dengan beberapa orang di tempat tujuannya.

Itu semua kebulatan tekad seorang Emily. Ia telah bertekad untuk mencari suasana kerja dengan lingkup baru-baru dan ia tidak main-main melaksanakannya. Ia telah merencanakannya dengan matang. Semuanya telah diselesaikan dengan sempurna untk menggapai keinginannya. Tidak ada satupun cacat yang ia tinggalkan sehingga saat meninggalkan pekerjaan lamanya tak ada lagi yang perlu ditunda-tunda. Semuanya karena tekad yang bulat. Sebulat angka nol yang akhirnya berhasil ia tinggalkan…. (arlin)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s