Mencari Harta yang Berlimpah

Cerita ini sudah lama sekali kudapat. Aku mendengarnya dari guru SD ku dulu. Namun ceritanya sungguh inspiratif dan menarik. Jadi tak ada salahnya bila ini kusampaikan kepada yang lain. Maaf yah Pak Guru, bila penuturan katanya ada yang salah, karena memang sudah sangat lama…tapi yang jelas masih kuingat garis besarnya. Yang menceritakan ini adalah guru keimanan dimana menjelaskan tentang seberapa besar iman kita yang dibutuhkan untuk mengingat kebesaran Allah SWT.

 

Diriwayatkan ketika Rasulullah SAW bertemu dengan tiga orang pemuda miskin. Mereka sama sekali tidak mempunyai harta yang bisa dibelanjakan  untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. Mereka meminta bantuan kepada Rasulullah.

“Wahai Rasulullah, tolonglah kami, sudah beberapa hari kami tidak makan. Kami sudah tidak tahan lagi.”

“Aku mengerti perasaan kalian, sobatku,” jawab Rasulullah “Ini kuberikan kalian kambing untuk kalian pelihara. Semoga mendatangkan manfaat bagi kalian.”

“Terimakasih, Rasulullah..”kata ketiga orang pemuda tadi.

Rasulullah memberikan seekor kambing bunting kepada tiap orang pemuda tadi.

Lama kelamaan kambing yang mereka pelihara semakin banyak dan para pemuda tadi pun menjadi penggembala yang kaya.

 

Beberapa waktu kemudian, Rasulullah kembali menemui para pemuda tersebut.

Awalnya Rasulullah menemui pemuda pertama di tempat tinggalnya. Rasulullah melihat keadaannya tak jauh berubah dengan pertama kali beliau menemuinya. Pemuda itu masih tetap miskin.

“Wahai sobatku, mana kambing yang telah kuberikan padamu?” tanya Rasulullah.

“Maafkan aku Rasulullah, dulu kambing tersebut sempat beranak pinak sehingga berjumlah banyak. Namun satu per satu hilang sehingga tak ada yang bersisa satupun.”

“Apa yang terjadi dengan mereka?”

“Entahlah, dulu aku sempat menjadi penggembala kaya dan merawat mereka dengan baik. Tetapi saat menggembala dan kuhitung ada yang kurang, kucari kambing itu sampai ketemu kadang hingga larut malam. Dan begitu kutemukan kambing yang hilang dan pulang kembali ke kandang, ternyata ada beberapa kambing yang lolos dari kandang. Begitu pula seterusnya sehingga akhirnya habislah kambing-kambing itu. Dan akhirnya aku kembali jatuh miskin. Maafkan aku, Rasulullah aku telah berusaha untuk memperbaiki hidupku dengan menjadi penggembala kaya, namun akhirnya aku gagal jua.”

 

Rasulullah pergi meninggalkannya lalu menghampiri pemuda yang kedua.

Keadaannya tak jauh beda dengan pemuda pertama. Cerita yang dituturkan kepada Rasulullah juga sama seperti yang diceritakan oleh pemuda pertama.

 

Kemudian Rasulullah mendatangi pemuda ketiga. Keadaannya jauh berbeda dengan pemuda pertama dan kedua. Ia telah menjadi penggembala kaya dan sukses. Kambingnya sangat banyak dan gemuk-gemuk, peternakannya luas dan rumahnya besar.

“Wahai sobatku, selamat, kau telah menjadi kaya dan memiliki harta berlimpah.” sapa Rasulullah.

“Terimakasih Rasulullah. Ini semua berkat kambing yang kau berikan dulu.”

“Apa rahasiamu sehingga bisa menjadi kaya seperti ini?” tanya Rasulullah.

“Tidak ada rahasia khusus, aku hanya menggembala mereka seperti para penggembala lainnya.”

“Bila ada kambing yang hilang, apakah kau mencarinya hingga ketemu?”

“Iya Rasulullah, aku mencarinya tapi tidak selalu sampai ketemu. Bila adzan berkumandang, aku menghentikan pencarianku untuk shalat.”

“Kau tidak takut kambing-kambingmu hilang saat kau shalat?”

“Tidak. Aku yakin Allah yang menjaga mereka seperti halnya Dia menjagaku ketika aku shalat.Kambingku yang hilang pun pasti masih dijaga Allah. Allah selalu menjaga mahluk yang diciptakanNya”

“Kau tidak takut akan kehilangan hartamu yang kini telah berlimpah?”

“Sungguh tidak Rasulullah. Aku justru takut bila kehilangan imanku. Harta ini hanyalah  titipan dari Allah semata. Kita hanya berkewajiban menjaganya semampu kita dan mencari rizki untuk memenuhi kebutuhan kita sebagai manusia. Aku pun dulu hanya seorang miskin lalu diberi kesempatan olehmu Rasulullah. Dan aku yakin itu semua pasti akan izin Allah.”

Rasulullah tersenyum. “Wahai sobatku, kau benar adanya. Harta kita di dunia ini hanyalah titipan Allah semata. Dan titipan Allah yang paling sulit dijaga adalah iman kita.”

           

                                                            ***

Selama ini memang kita sibuk bekerja untuk mengejar harta. Dan itu semua demi memenuhi kebutuhan kita sebagai manusia. Namun karena telah terkumpulnya harta yang berlebih, manusia kadang terlalu khawatir akan keamanan hartanya. Manusia tak ingin kehilangan hartanya dan tak pernah puas untuk terus mengejar harta yang terus berlimpah. Harta hanyalah titipan Allah, dan harta pastilah selalu ada walaupun telah kita berikan kepada orang lain dalam bentuk sedekah.

Semoga cerita ini bisa mengingatkan kita akan kebesaran Allah SWT.

 

~arlin’08~

special thanks for my teacher….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s