Cerita Tetangga

Tetangga sebelah memang sering membuat kita tidak nyaman. Mulai dari saat mereka membangun rumah, rasanya berisik sekali tiap hari suara-suara kuli bangunan. Saat rumahnya sudah ditempati, anaknya sering menangis. Belum lagi tetangga di depan rumah yang suka main gitar dan bernyanyi tengah malam, mengganggu konsentrasi belajar untuk ujian besok dan membuat tidak bisa tidur.

Tapi kalau dipikir-pikir, tetangga memang saudara terdekat kita. Kepada siapa orang pertama yang dimintai tolong bila sakit dan mendadak harus dibawa ke rumah sakit. Saudara sepupu jauh dan teman-teman sulit dihubungi. Yah, minta tolongnya pasti ke tetangga.
Malu bila minta tolong kepada tetangga sedangkan belum kenal sama sekali? Sebenarnya tidak masalah, justru itulah awal suatu silaturahmi dan persahabatan. Tetangga juga pasti malu bila tidak menolong orang terdekatnya dan secara otomatis jadi bisa saling kenal lebih dekat lagi.

Salam pertama yang sederhana kepada tetangga bisa berbuah cinta. Saat berjumpa pertama dengan tetangga mungkin menyebalkan tapi saat mereka pindah bisa jadi menyedihkan. Saat perpisahan kita baru menyadari betapa banyaknya bantuan yang telah mereka beri.
Mereka adalah orang terdekat yang pertama kali dimintai tolong dalam hal apapun. Tak salah bila kita memang harus berbagi makanan dengan tetangga yang mencium bau masakan kita. Mereka tidak ada hubungan darah dan keturunan dengan kita, tapi merekalah orang-orang pertama yang menolong kita saat ada gempa, banjir, kebakaran, sakit, hingga kematian.

Saat salah satu anggota keluarga kita menemui ajalnya, kita tengah terpuruk dilanda duka, keluarga tak kuasa menahan tangis. Keluarga yang lain masih dalam perjalanan menuju rumah kita. Maka, yang menolong kita mengurus jenazahnya hingga ke liang kubur adalah tetangga.
Jasa para tetangga sungguh mulia maka sudah sepatutnya kita selalu berupaya menghormati tetangga. Senyum saja kepada mereka itu sudah sangat berarti, mereka tak pernah meminta harta dengan nilai tinggi. Itulah kemuliaan tetangga……

~arlin_30/03/08~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s