Shopping On Line

Di zaman internet sekarang, sedang marak wabah shopping alias belanja on line. Terutama di antara kaum wanita – yaah dimana-mana wabah belanja pasti melanda kaum wanita sih – tapi untuk shopping on line lebih spesifik ke wanita karir alias yang super sibuk ga sempet ke mall buat belanja secara manual. Atau wanita pecandu gadget, netter dan silaturahminya lebih cenderung ke social networking.

Shopping on line (SOL) cukup mengandalkan fasilitas internet dan komputer atau mini gadget pendukungnya untuk komunikasi via chatting dsb antara konsumen dan pedagang/produsen. Konsumen cukup browsing barang yang dibutuhkan via internet, bila berminat langsung hubungi produsen…biasanya karena konsumen kebanyakan wanita pasti ada juga unsur tawar menawar sedikit meskipun harganya sudah murah :D .Setelah deal, produsen memberikan nomor rekeningnya, pembeli transfer (ibarat transaksi jual-beli biasa) hanya saja tidak saling melihat, setelah transfer si pembeli langsung memberi tahu si penjual, si penjual mencek kebenarannya lalu setelah yakin rekeningnya sudah ditransfer oleh si pembeli ybs, barang langsung dikirim ke alamat si pembeli.

Kelihatannya simple, hanya saja transaksi cukup makan waktu alias tidak langsung dalam sesaat seperti jual-beli di pasar (barang dicari, dibayar dan didapat si pembeli pada saat yang sama). Untuk proses SOL, dari mulai pencarian barang sampai barang diterima di tangan pembeli butuh waktu beberapa hari. Belum lagi bila pembeli dan penjual ada di kota yang beda – atau beda negara – ongkir alias ongkos kirimnya pasti lebih mahal dan waktu pengiriman pasti lebih lama. Ditambah lagi ada rasa kurang puas dari pelanggan alias pembeli waktu menerima barang…barang yang diterima tidak sesuai dengan harapan, bahannya kurang sreg, warnanya tidak sesuai dengan yang dilihat di layar monitor, sepatu kesempitan, aroma parfum yang tidak sesuai selera dll…yah maklum saja, browsing nya hanya lewat internet alias dilihat via layar monitor komputer atau handphone atau blackberry …pasti beda bila dilihat langsung. Ditambah lagi, kita kan tidak bisa merasakan tekstur bahan via internet, hanya mengandalkan indera penglihatan…,indera penciuman, indera perasa dsb tidak bisa kita andalkan buat SOL.

Meskipun ada beberapa keluhan buat transaksi shopping on line (SOL), tapi biasanya buat yang sudah mencoba sekali biasanya tetap ketagihan buat SOL. Menurut pengalaman beberapa orang yang sudah melakukan transaksi ini, jauh lebih asyik shopping on line daripada shopping manual. Termasuk buat ibu rumah tangga. Alasannya ternyata jauh lebih hemat waktu dan tenaga, juga irit bensin, kita ga perlu pusing2 cari parkiran sebelum belanja, ga usah pusing kejebak macet atau berdesak2an di busway atau nunnggu angkot, ga usah capek2 nenteng belanjaan, ga akan pusing2 kepanasan atau kehujanan, selain itu belanja bisa ‘fokus’ dan keluar duit buat belanjanya ga ‘bocor’ kemana2…ehm biasanya kan kalo cewek belanja..niat mau beli sepatu tapi pas nyampe mall juga ngelirik baju, parfum,asesoris, tas, sprei, kosmetik, belum lagi keluar duit buat makan di food court nya…nah bila on line, shopping tas yah hanya tas kecuali mampir ke situs lain juga :)

Selain itu SOL terkenal harganya lebih murah dibanding beli langsung di mall karena tidak kena pajak dan membayar karyawan di counternya. Jadi hanya beli langsung barangnya saja. Soal kualitas barang…yah memang beragam.. Sangat banyak barang yang dijual via shopping on line. Karena kebanyakan konsumennya kaum hawa, otomatis mayoritas juga asesoris wanita; seperti dress dan kerudung, kosmetik, parfum, adapula sepatu, tas, buku, gadget, bahkan sampai obat dan makanan. Buat yang kecanduan SOL, apa pun dia beli via on line…kalau bisa bahan sembako. Biasanya kadang suka cenderung nekat hanya dengan modal browsing yang mengandalkan indera penglihatan, orang2 suka beli sepatu atau baju yang biasanya perlu proses fitting/mencoba sebelum membeli…,padahal untuk tiap merk kan belum tentu sama ukurannya, dan apakah nyaman digunakan? Tapi bila sudah addicted memang sulit… itulah yang namanya shopaholics… ,apapun pasti dibeli tanpa berpikir.

Sedikit tips buat konsumen shopping on line (SOL):

1. Teliti sebelum membeli

Yah..ini berlaku dimana2, termasuk teliti saat browsing…pastikan barang yang kita klik sesuai dengan yang kita inginkan

2. Banyak bertanya kepada produsen

Tak perlu malu untuk banyak nanya sebelum ‘deal’ kita beli barangnya…(yah, walaupun ujung2nya kita ga jadi beli, Lanjut membaca

Cantik

Seorang gadis cantik membagikan selebaran brosur kepada orang2 di sekitarnya. Saat membagikan brosur, gadis itu sama sekali tak tersenyum ataupun menyapa orang2 yang dijumpainya. Ucapan terima kasih kepadanya dari orang2 yang menerima brosur tak dibalasnya sama sekali..dia hanya langsung berbalik tanpa mengucapkan kata sepata pun atau tersenyum. Sangat dingin ‘sambutannya’. Gadis itu memang sangat cantik, dengan busana anggun melekat di tubuhnya yang proporsional, ditambah lagi dengan make up di wajahnya. Hanya sayang dengan sikapnya yang dingin di depan publik..”Inner beauty” alias kecantikan pribadinya sangatlah minim…pudar sudah predikat cantik yang disandang gadis tsb krn sikapnya yang jutek dan mahal senyum…

Pepatah massa..”Cantik itu relatif dan jelek itu mutlak” memang benar adanya. Orang dengan tampang seadanya,tapi bila budi pekertinya menarik hati seseorang tentulah dia akan dianggap cantik. Orang akan menilai cantik seseorang dilihat dari segi yang berbeda; dari wajah,rambut,body,kulit mulus,dsb. Sebaliknya kalau sudah dinilai jelek..yah biasanya memang sama penilaian semua orang. Mutlak, tak bisa ditolerir lagi. Namun..bila-seandainya-ada orang dgn tampang jelek tapi bila dia sanggup menarik hati masyarakat krn tabiatnya atau ramah spt para pelawak lokal yang kita tahu memang tidak cantik atau tampan, publik toh tetap mencintai mereka. Jadi, mereka tetaplah cantik dimata massa. Nah..memang ada satu kecantikan tersembunyi..yaitu inner beauty Kecantikan tak hanya dinilai dari fisik semata spt wajah dsb, tapi juga dinilai dari ahlak.

Ahlak memang tak dapat kita temui di salon. Sebagaimana kita memperbaiki kondisi wajah, rambut dsb. Ahlak diperbaiki dari diri sendiri. Sebagaimana yg terjadi pada gadis cantik yg membagikan brosur tsb. Hanya krn enggan tersenyum pada orang asing, predikat cantiknya pun memudar di mata publik. Dia memang tetap cantik dan orang2 tetap menganggapnya cantik..namun dengan berat hati seperti: “sayang yah cantik, tapi…”, “wajah cantik tapi…”. Sangat beda dengan pendapat publik ttg pelawak yang tidak cantik namun ramah dan selalu menyenangkan hati orang..massa pasti jauh lebih menyukai pelawak daripada gadis cantik yang membagikan brosur tsb.

Inner beauty sangat murah, tak perlu dibeli di salon..namun nilainya sangat berharga dan menghasilkan kecantikan luar biasa. Tapi memang jauh lebih sulit..iman dan ahlak pasti jauh lebih sulit ujiannya dibandingkan belajar dandan untuk mengaplikasikan kosmetik atau lipstik di wajah..
Tersenyum kepada lingkungan sekitar adalah ahlak termudah, asal jgn keseringan senyum2 sendiri spt orang gila :p
Maka..tersenyumlah…dan semua orang pasti akan mencintai kita meskipun kita tidak secantik miss Universe :)

Harta dan Aurat (2)

Adakah uang yang jumlahnya sedikit tapi kalau kehilangan pasti jadi masalah? Jawabnya….ada! Seribu rupiah saja, bukan jumlah yang berarti dan biasanya kita jadi sembarangan menyimpannya, kalau hilang yah…toh cuma seribu rupiah. Tapi bukankah sangat berarti bila kita butuh—hanya seribu rupiah saja – dan uang tersebut tidak ada di saku. Uang sejumlah lima puluh ribu rupiah – yang berwarna biru – di dompet jadi tidak berarti, karena yang dibutuhkan seribu saja. Tidak ada uang kembali. Hanya uang pas.

Seribu rupiah dalam bentuk uang pas sangat berarti saat kita membayar angkot, parkir, beli rokok, minum penghilang dahaga sejenak, atau masuk ke toilet umum. Mereka semua – yang bertransaksi dengan kita saat itu – hanya ingin uang pas. Tak bisa ditolerir lagi. Pasti kita akan kebingungan bila tak punya uang receh untuk ke toilet umum sedangkan perut sudah terasa mulas sehabis makan di restoran.

Dan begitu pula halnya dengan aurat. Ada aurat wanita yang kesannya sepele namun sangat sulit untuk menjaganya. Lanjut membaca

Harta dan Aurat (1)

Untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, manusia pasti menyimpan uang atau harta lainnya yang bisa diuangkan. Entah berupa tabungan, saham, deposito, kartu kredit, emas dan sebagainya. Kita perlu makan dan tempat tinggal dan masih banyak kebutuhan lainnya. Untuk itu kita perlu harta.
Harta sangatlah berharga bagi kehidupan manusia di dunia. Karena begitu berharga, kita sangat menjaga harta supaya tidak habis begitu saja karena konsumtif, kemalingan atau tertipu.

Agar tidak tertipu saat membuat asuransi atau tabungan jangka panjang, manusia haruslah sangatlah teliti mempelajari keuntungan dan kerugiannya. Jangan hanya tertipu rayuan manis sang dealer. Kalau ceroboh sedikit saja yah…jangan kaget bila nanti selalu ada tagihan menumpuk di rumah dengan jumlah yang tak terkira dan hampir setiap hari kita ditelpon untuk melunasi hutang yang sudah lewat batas temponya. Para dealer juga tidak mau disalahkan karena memang kita yang sudah menandatangani kontrak; kita dianggap sudah sepakat dengan semua perjanjian yang ada.
Atau biasanya banyak juga yang latah karena terpancing gaya hidup tetangga kita yang selalu memakai kartu kredit, kita jadi ikut-ikutan, kesannya jadi manusia modern lah yang selalu bawa credit card. Tapi kalau setahun kemudian mobil kita terpaksa dijual karena hutang, tetangga juga tidak bisa disalahkan.

Pada hakikatnya sama dengan aurat. Terutama aurat wanita, Lanjut membaca

PINK….

Kayaknya memang ga bisa munafik deh kalo hampir semua cewek suka warna Pink. Termasuk gue. Mulai dari baju, handuk sampai tempat sabun semuanya warna pink. Tambah lagi sprei, selimut, mukena and sajadah warnanya pink. Untung aja gue ga jadi RT, kalo iya, bisa2 masjid untuk RT gue dicat pink juga kalee.

Temen2 gue yang cewek kayaknya udah ga kehitung deh yang suka warna pink. Ada juga seh yang ga suka, tapi masih kehitung dengan jari.

Kenapa cewek suka warna pink? Lanjut membaca