
Sungguh mengenaskan memang nasib pengungsi korban bencana Merapi tahun 2010 ini. Mereka harus ‘berpisah’ dengan satu-satunya harta dan mata pencarian mereka sebagai peternak. Itulah salah satu penyebab mereka enggan dievakuasi ke tempat pengungsian. Mereka masih memikirkan sapi-sapi ternak mereka nanti siapa yang mengurus bila mereka tinggal pergi.
Penduduk di lereng gunung Merapi sebagian besar profesinya adalah peternak. Lahan di gunung Merapi memang terkenal sangat subur sehingga dapat sebagai konsumsi yang sangat perfect buat sapi-sapi peternak. Maka dari itu, walaupun sang “wedhus gembel” alias awan panas dari Merapi beraksi mereka tetap tak peduli untuk memberi makan sapi-sapi mereka.
Kebanyakan hewan ternaknya berupa sapi bukan kambing. Adapula wedhus gembel dalam arti yang sesungguhnya alias domba.
Sapi-sapi dari peternak di Merapi ini memang bukan sembarang sapi biasa. Sapi gunung yang lumayan montok dan bermutu. Para peternak ini sangatlah sayang pada hewan ternaknya, sudah mereka anggap keluarga sendiri. Oleh karena itu mereka sering bandel kabur dari pengungsian demi kelangsungan hidup sapi-sapi mereka.
Pemerintah dan SBY sempat menjanjikan kepada mereka, bahwa sebaiknya mereka lebih menyanyangkan nyawa mereka. SBY berjanji akan membeli mahal semua hewan ternak mereka. Apalagi saat ini menjelang hari raya Idul Adha. Hewan ternak ini akan dibeli sebagai hewan kurban.
Menyinggung sedikit hari raya Idul Kurban, akhir-akhir ini banyak pula pro-kontra seputar berkurban. Lanjut membaca

