Janji

“Janji adalah hutang yang harus dibayar.”
Semua orang pasti tahu pepatah itu. Pepatah tsb membuktikan bahwa janji adalah hal yang tak boleh diingkari. Bayangkan “hutang yang harus dibayar”. Kita tahu hutang memang harus dibayar/dilunasi…sementara janji lebih menegaskan kata hutang dengan HARUS. Berarti ‘harus’nya di sini dua kali lipat! Betapa beratnya janji…

Kita tak bisa sembarangan melakukan janji. Perjanjian pasti melibatkan dua orang atau lebih. Dimana tiap orang punya kepentingan yang berbeda-beda.

Misalnya janji meeting..biasanya sudah ditetapkan jadwal, waktu dan tempat sudah fix. Para undangan sudah ditentukan siapa yg hadir dan materi rapatnya. Kemudian tiba2 pas hari H rapat mendadak dibatalkan karena bos-nya sakit. Pasti banyak yang kecewa saat itu karena harus menyusun ulang jadwal rapat. Tak hanya itu, untuk ikutan rapat para undangan pun harus merelakan jadwal pribadinya masing2 seperti kerjaan yg masih numpuk atau mau cepat pulang agar ketemu anaknya. Bila harus disusun ulang jadwal rapatnya, berarti dua kali pula para peserta rapat harus merelakan jadwal pribadinya kan?

Tak hanya soal rapat yang serius…Dalam sehari2 pun kita sering janji untuk hal2 yang kelihatannya simple seperti janji creambath di salon, makan malam, nonton bareng, belajar sama2, kencan, dll. Kelihatannya memang hal sepele, tapi janji tetaplah hutang yang harus dibayar. Jangan ingkar janji. Untuk seseorang yang kita beri janji pastilah punya urusan dan rencana lain di waktu yang kita janjikan, dan pasti mau berkorban demi menghormati janji. Seorang gadis pasti rela dandan berjam2 demi memenuhi janji kencannya…namun bila tiba2..setelah menunggu sekian lama pacarnya tak datang, pastilah dia bete!

Bila ada alasan tak terduga seperti sakit, kecelakaan, rapat mendadak, ada keluarga yg meninggal dsb…sebagai penyebab tak terpenuhinya janji. Masih bisa dimaklumi. 2-3 kali masih bisa ditolerir..namun bila terus-menerus lebih dari 3 kali dan alasannya semakin mengada-ada spt sorry yah..ketiduran, atau macet (macet tak bisa dijadikan alasan…karena macet adalah hal biasa yg sudah WAJIB dipertimbangkan sebelum janjian). Kita tak bisa seenaknya mengadakan janji lagi “lain kali saja” berulang kali, tapi tak jua terwujud..ibarat lagu lama..meskipun hanya janji nonton, nongkrong di kafe dsb. Naah…itu juga yg bikin banyak orang putus pacaran…karena pacarnya suka ingkar janji.

Janji tak bisa dianggap remeh. Bila kita merasa tak sanggup untuk menunaikan janji janganlah sembarang berjanji. Pertimbangkan berbagai hal yang mungkin akan menghambatnya…seperti waktu dsb..jika mau janjian jangan sembarang janji. Termasuk janji untuk melunasi hutang, bila tak sanggup melunasi hutang yaah jangan ‘gali lubang tutup lubang’ :)
Ingat..janji adalah hutang yg harus dibayar.

Perbedaan

Kita memang negara Pancasila dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” atau berbeda2 tetapi tetap satu; tapi jujur aja..,apakah rela merasa beda mendapat perlakuan yg beda oleh orang yang sama? Secara orang yg satu punya status yang sama dengan kita..baik prestasi, pangkat, perilaku, dsb..

Tak jarang para mertua yg memperlakukan menantunya berbeda2. Entah dasar apa, yg jelas perilaku mereka sama baiknya, namun menantu yg satu diperlakukan sangat istimewa-bagaikan permaisuri istimewa,menantu lainnya dicuekin aja bagaikan anak tiri. Yang jelas, yang merasa diperlakukan tak enak pasti tak berani protes ke mertuanya, walaupun cenderung sakit hati. Tapi ada juga yang cuek bila diperlakukan beda; namun justru pihak ketiga yang melihat segala perbedaan itu. Pihak ketiga berhak saja sih mengajukan protes, bila ia berani. Toh, sudah hak semua orang mendapatkan hak dan perlakuan yang sama bila kita memiliki derajat dan ilmu yang sama.

Masih banyak segala contoh perbedaan lainnya tanpa alasan yang jelas. Memang bete..gondok dsb, namun sekali lagi kita kembali ke fitrah kita sebagai manusia yang ikhlas dan tawakal. Jalankan kewajiban kita sebagai manusia beriman yg baik. Bila merasa diperlakukan tak adil oleh mertua, boleh aja sesekali kita bete, asalkan kita tetap menjalankan kewajiban kita sebagai anak dan menantu yg baik; senantiasa berbakti dan mendoakan mereka-bukan berarti caper- tapi jalankan saja yang sudah menjadi kewajiban kita. Insya Allah dengan segala keikhlasan menunaikan kewajiban akan membuka hati orang yg memperlakukan kita secara beda dgn yang lain…meskipun kita diperlakukan beda jgnlah kita membeda2kan orang tsb. Perlakukan seseorang sebagaimana kita ingin diperlakukan.

Ulang Tahun Terindah

Seumur hidupku sampai detik ini, tahun ini aku benar-benar merasakan perayaan ulang tahun terindah seumur hidupku. Awalnya aku masih ragu melaksanakan rencana perayaan ulang tahun ini dalam soal waktu dll. Tapi berkat support dari bu Haji (salah satu rekan kerja – Ida – belum haji tapi biasa dipanggil bu Haj, insya Allah dia juga akan naik haji); alhamdulillah akhirnya terlaksana juga. Hanya dalam waktu kurang dari seminggu semuanya bisa berjalan cepat berkat bantuan bu Haji.

Hari Senin kemarin (7 des) aku minta tolong dengan teman kuliah, tapi sayangnya waktu kita tak bisa kompak, akhirnya besoknya aku ditolongin bu Haji. Saat itu juga pas jam istirahat kantor kita langsung ke panti asuhan bayi sehat Muhammadiyah di jalan Purnawarman, Bandung. Kita janji dengan pengurusnya kapan waktu yang tepat dan berapa orang yang ada di sana. Hehe…lucunya, pas pulang salah arah, bu Haji nyetir mobilnya ke jalan yang satu arah dan kita menuju arah yang bertentangan. Otomatis banyak yang ngomel ke kita hehe…Karena laper kita makan siang dulu di Grandia.

Begitu sampai di kantor, aku nanya Imel no.telepon orang yang biasa bikin tumpeng untuk acara kantor. Aku langsung pesan untuk 75 orang. Besoknya bu Haji bantuin aku lagi untuk beli gimmick2 untuk anak-anak di panti asuhan. Cukup heboh juga kita pas belanja karena waktu istirahat yang mepet banget dan supermarketnya juga tak menyediakan kemasan dalam satu dus. Yah, akhirnya aku sama bu Haji ngitung2 sendiri deh jumlah barang yang mesti dibeli. Walhasil? kita nyampe kantor lagi jam 13.10!alias sudah masuk 10 menit jam kerja hehe…deg2an juga name tag-ku bakal ditahan sama orang SDM. Alhamdulillah, kita selamat,tapi belum makan siang hihi…

Hari Kamis-nya, pas tepat ulang tahunku, aku merayakan sederhana saja di kantor, cukup bawa kue bolu saja. Tapi subhanallah, ucapan dan doa dari teman2 membuatku terharu …padahal hanya sekedar kue bolu. Nah, hari Kamis dan Jum’at itu; aku dan bu Haji masih sibuk kasak-kusuk soal ulang tahunku di panti asuhan, urusan konfirmasi dsb. Di rumah aku juga sibuk sendiri membungkus gimmick2 buat anak2 yatim itu.

Akhirnya, pas Sabtu kemarin terlaksana juga deh semuanya. Sesuai janji, aku baru bisa melaksanakannya jam 4 sore, karena sebelumnya mereka juga ada acara. Siang2 aku sudah siap mengepak dan mengecek barang yang harus dibawa.
Subhanallah, acarnya sangatlah sederhana, tanpa balon atau asesoris lainnya. Aku berkumpul bersama puluhan anak yatim serta pengurusnya. Sebelumnya ibu Ria, salah seorang pengurus di sana, menanyakan ini usiaku yang ke berapa? Agak malu juga sih nyebutin usiaku yang sudah tuwir ini, tapi aku ngomong jujur dengan tenang.
Ketika membuka acara, ibu Ria memperkenalkanku kepada semua yang hadir di sana, semuanya mendengarkan baik-baik. Ibu Ria juga menyebutkan usia ultahku kali ini, tapi entah kenapa kali ini aku tidak ada rasa malu atau gengsi (dibandingkan bila di depan teman-temanku yang lain) ketika ibu Ria menyebutkan usiaku yang jelas jauh lebih tua dibandingkan anak-anak yang hadir di situ. Dan ibu Ria juga meminta agar semua yang hadir membaca doa dimulai dari surat Al Fatihah, lalu dia pun mendoakan agar semua yang hadir mendoakan agar aku Lanjut membaca

Pak M.U

Senangnya bisa ketemu sama Pak M.U,
Datang pakai baju ungu,
Dengan gaya senyumnya yang lugu.
Seperti biasa Pak M.U selalu datang di akhir waktu. Waktu hanya sepersekian detik dari bel masuk. Menghampiri mejanya sambil mesem-mesem ke arahku lalu melepaskan jaketnya untuk dihampirkan pada sandaran kursinya. Setelah duduk langsung buka tabloid Otomotif dan membacanya dengan santai. Ketika pikirannya sudah mulai ’fresh’ untuk kerja beliau buka laptop portege-nya, yang pertama kali dibuka folder e-mai. Dan email-nya yang baru masuk dari rekan-rekannya amat banyaaaaak. Tapi salut juga, dia baca satu per satu email yang masuk dan diusahakan di balas dan ditindak lanjuti.
Setelah itu beliau menghadap meja kerjanya yang penuh dengan dokumen untuk di review dan ditandatangani. Beliau melakukannya sambil duduk selonjoran santai, persis seperti orang nonton televisi di rumah, tidak seperti orang yang serius kerja. Tapi semuanya tetap dikerjakannya dengan sungguh, buktinya posisi jabatannya sekarang adalah kepala bagian suatu bidang kerja di tempatnya. Sesekali beliau suka pula menggeliat bagai orang baru bangun tidur saat sedang bekerja. Selain langganan tabloid Otomotif beliau juga langganan majalah Kartini, pasti titipan istrinya, tapi dia juga suka membacanya. Beliau juga jarang ada di tempat karena sering sekali ikut meeting sana sini sehingga anak buahnya sangat merindukannya. Entah dia tidak ada di tempat karena meeting atau sibuk dengan ’hobi’nya.

Pak M.U memang termasuk perokok berat. Itulah hobinya. Makanya beliau suka ’ngaret’ masuk kantor karena Lanjut membaca

CHANGE MORE SUCCESS

Acara ini diselenggarakan akhir November 2008 lalu, di area hotel Sari Ater Subang, Jawa Barat. Dilaksanakan dalam rangka pelatihan karyawan dengan tema “Change More Success” _ berharap supaya setelah pelatihan ini bisa berubah ke arah yang lebih baik agar sukses bagi dirinya sendiri atau demi perusahaan.

Sekitar 99 peserta mengikuti acara ini. beragam peserta berkumpul dengan beragam masa lalu dan hobi. Ada yang mantan penggemar the Beatles, ada mantan penggemar the Grease, ada yang masa mudanya NKOTB-mania, ada pula yang penggemar Warkop DKI, Samson-mania, bahkan ada yang gadget-mania (eh, kok ga nyambung yah). Semuanya berkumpul jadi satu dengan tawa bebas karena bisa bebas dari pekerjaan selama beberapa hari.

Ketika acara dimulai, seluruh peserta dibagi rata menjadi delapan kelompok. Dalam tiap kelompok ini jadi terasa kekeluargaan karena dalam satu kelompok terdiri dari anggota yang beragam. Mulai dari kebiasaan, makanan kesukaan hingga HP favoritnya. Namun demikian karena kegiatannya yang menarik, semua perbedaan itu jadi tak tampak.

Rangkaian acara disusun cukup padat, secara garis besar terdiri atas dua paket. Paket teori dan praktek di lapangan.
Mengenai teori, penulis sama sekali lupa, hanya didengarkan sepintas lalu saja oleh penulis sembari ngobrol dengan teman. Maaf, selama mendengarkan teori, penulis seperti terkena waham boringisme dan delirium sesaat – tapi ketika ngobrol dan bercanda dengan teman, penulis langsung compos mentis :P – Inti teorinya kurang lebih mengenai kompetensi yang harus dipertahankan di perusahaan. Sebelumnya memang telah diberikan modul mengenai mindset yang sama sekali tak dibaca oleh penulis dan sudah hilang entah kemana :)

Untuk kegiatan prakteknya; dilakukan berupa permainan yang melibatkan fisik tubuh – cenderung seperti olahraga – dan kegiatan yang melatih konsentrasi. Pada aktivitas ini dilakukkan beragam rangkaian kegiatan yang dibagi menjadi aktivitas in door dan out door.
Aktivitas in door cenderung berupa kegiatan yang membutuhkan trik khusus dan melatih konsentrasi. Aktivitas in door dan “kuliah”-nya dilakukan di ruang Dayang Sumbi hotel Sari Ater dan diwarnai juga dengan acara tari-tarian dan pijat memijat.

Saling Mengikat

ikat
Pada permainan ini tiap peserta mengikat kedua tangannya dengan tali raffia yang bersilangan dengan pasangannya. Peserta diminta untuk melepaskan diri dari ikatan tali tersebut. Memang, butuh trik khusus untuk melepaskan diri dari ikatan tersebut. Sebagian peserta berhasil melakukannya. Namun sebagian besar tidak berhasil, namun pantang menyerah mencoba berbagai cara – sampai jungkir balik segala – agar lepas dari ikatan tersebut.

Permainan ini memang mencoba menggali akal kita untuk melepaskan diri dari suatu masalah. Dan menurut instruktur juga menguji nyali. Walaupun hanya sebatas tali raffia, ada beberapa peserta yang sudah menyerah dan beberapa peserta pantang menyerah melakukannya.

Konsentrasi.

konsen
Pada whiteboard digambarkan lingkaran seperti obat nyamuk. Beberapa peserta yang bersedia diminta untuk menggambar lintasan garis di antara kedua garis tersebut, namun dilakukan tanpa melihat papan whiteboard-nya. Peserta melakukannya dengan melihat cermin yang dipegang oleh tangan satunya – yang tidak digunakan untuk memegang spidol – sebagai panduan untuk menggambar.

Disini memang membutuhkan konsentrasi lebih dan juga dapat mengaktifkan fungsi intelektual otak. Pada system saraf manusia terbagi atas tiga tingkatan yaitu tingkat medulla spinalis, tingkat otak lebih rendah dan tingkat otak lebih tinggi (cortex cerebri). Bila cortex cerebri berhubungan dengan dengan thalamus – jalan masuk semua isyarat ke cortex cerebri – akan menimbulkan efek waspada.
Penglihatan peserta pada cermin dengan konsentrasi mengirimkan sinyal penglihatan ke cortex cerebri via thalamus begitu juga dengan gerakan tangan akan mengirimkan sinyal gerakan motorik. Dengan demikian daerah asosiasi sensoris di otak akan aktif. Dan ini akan mengaktifkan kemampuan otak untuk pemahaman seseorang terhadap yang di dengar dan dilihatnya.

Yell yell
Tiap kelompok diminta untuk membuat yell yell khas masing-masing kelompoknya di lapangan tennis hotel Sari Ater. Setiap yell diberi skor oleh instruktur berdasarkan keunikan, kekompakan, kehebohan dan… kegaringan :P

Ketika tiap kelompok mempresentasikan hasil kreativitasnya, seperti terlihat segerombol anak TK yang piknik ke hotel Sari Ater. Ada yang menirukan gerakan hewan, ada yang membuat pelesetan lagu, ada yang membanggakan perutnya, ada yang loncat-loncat ga jelas,…bahkan ada pula yang lupa yell-yell-nya ketika maju ke depan untuk presentasi. Persis anak TK atau jangan-jangan beneran anak TK yang kelebihan hormon yah…:)

Body value
Setiap peserta wanita diberi skor 50 dan peserta pria diberi skor 100. Instruktur menyebutkan skor yang harus dibentuk oleh seluruh peserta. Semakin lama skor yang harus dibentuk semakin besar.
Selain melatih pusat berhitung di otak dan reflek motorik, di sini juga terlihat bagaimana kerja system limbic dan hypothalamus pada setiap peserta.
System limbic dan hypothalamus adalah suatu area pada system saraf yamg mengontrol emosi dan tingkah laku. Emosi peserta untuk memenangkan kompetisi ini sangat terlihat. Peserta menarik peserta lainnya secara paksa agar skor dalam formasi kelompoknya terpenuhi sesuai yang diminta sang instuktur, namun ketika skor ternyata berlebih; peserta tersebut diabaikan.

Permainan zaman Edo
Permainan ini cukup sugoi. Instruktur memberi Lanjut membaca

Ucapan Selamat

angelToday is my birthday. Menurut orang hari ulang tahun memang hari yang bahagia. Tapi bisa jadi hari yang sedih, karena jatah usia kita dalam hidup semakin dikurangi.
Hari ini setidaknya aku tidak merasa sedih, walaupun dalam hidup yang sudah sekian tahun kujalani ini aku masih banyak hutang akan hal2 baik yang belum kujalani. Namun ucapan selamat dari teman2 membuatku semangat untuk terus menjalaninya.

Beragam ucapan selamat yang kuterima dari teman, saudara dan orang tua.
Dari ucapan langsung disertai senyum, via telepon diiringi tawa dan canda, via sms yang terus menyemangati.
Dan via e-mail yang disertai doa dan kata-kata yang indah dan unik, kurang lebih kata2nya seperti ini:
“Selamat ulang tahun, semoga bertambah amal baiknya”
“Met Milad,semoga diberkahi rezeki yang banyak”
“Selamat ultah, semoga sehat selalu”
“Semoga diberkahi kekuatan dan gambarimashou (keep the faith)”
Amiin…..

terima kasih….thank you….hatur nuhun….matur nuwun….arigato….buat semua ucapan dan doa-doa kalian.
Semoga kata-kata yang kalian haturkan padaku juga bisa berbalik kembali kepada kalian juga.
Mungkin itu hanyalah kata-kata sederhana, tapi bagiku itu sangatlah berarti. Memberi semangat padaku walaupun semalam ku sempat merenung karena mengingat semakin tua usiaku dan banyak yang belum dapat kulakukan. Untungnya semalam kubaca dari buku La Tahzan karya ‘Aidh al-Qarni yang membangunanku dari lamunanku. Disitu tertulis Lanjut membaca

Teman

friends

friends

Masih ingat tayangan serial TV “Friends” yang dibintangi Jennifer Aniston dkk?
Serial ini mengisahkan tentang persahabatan enam orang yang saling sharing dan membantu satu sama lain, simbiosis mutualisme sangat jelas tergambarkan dalam film ini.
Memang inilah nilai sebuah pertemanan, kita mau saling menerima dan saling percaya.
Pasti adalah banyak perbedaan tiap satu sama lain, tapi bila kita sudah mau saling menerima kekurangan dan percaya akan terasa makna pertemanan.
Dan itulah yang disebut teman.
Kita berbeda latar belakang, profesi, usia, tempat tinggal, pendidikan, status, atau bahkan baru pernah berkenalan karena situasi yang mendadak tapi kita bisa berteman dan sangat terkenang saat-saat bersama dengannya.
Seperti dalam serial Friends, dimana mereka satu sama lain kenal secara mendadak karena bertemu di café, tukang koran dsb, pekerjaan mereka berbeda, tidak menngejek tokoh Monica yang sangat gemuk saat pertama kali kenal. Namun hebatnya mereka saling berteman dan bertahan lama.

Singkatnya definisi teman mungkin seperti ini: Lanjut membaca

Uraian Perubahan

obama2
Kata-kata itu pasti ada, ketika kita akan mengirimkan naskah fiksi ke suatu majalah, atau artikel ke blog, atau pidato upacara atau suatu candaan bahkan obrolan ringan sekalipun. Suatu larangan mengungkit suatu hal…sesuatu yang berbau “hal” atau SARA (yah, entahlah bila nanti blog saya ini mungkin di blokir karena membawa2 hal yang selalu dilarang itu). Memang hal ini berbau sensitif dan bila diungkit bisa menyakiti perasaan yang lain. Sedangkan sudah jelas kan dalam Sumpah Pemuda dinyatakan bahwa kita bertumpah darah, berbangsa dan berbahasa satu. Semua juga sudah tahu.

Kenyataannya “hal” itu tidak hanya berlaku di Indonesia saja, namun juga di seluruh dunia. Permasalahan warna kulit, agama, suku, keturunan dan sejenisnya memang ada dimana-mana. Dan sebisa mungkin tidak mengungkit2nya. Tapi, walaupun kita dilarang membicarakan “hal” itu, entah kenapa pasti ada saja dalam percakapan atau perbuatan sehari2 “hal” itu selalu ada.

Sadarkah kita bahwa dalam acara humor yang ada di TV, bahkan dalam ceramah agama sekalipun; “hal” itu selalu dibawa2. Bahkan oleh seorang tokoh agama! Dan rasanya bagi penontonnya merasakan kesegaran humor atau tidak ngantuk bila “hal” itu dibawa2. Dan yang menyedihkan lagi biasanya dalam bentuk ejekan.Dalam percakapan sehari2 pun, sudah menjadi kebiasaan bagi kita membicarakan sifat seseorang yang diidentikkan dengan asal kampung halamannya. Seperti pelit, malas, genit, kasar, pemarah, dan sebagainya. Begitu juga dengan soal warna kulit dan tampang.

Walaupun seseorang selalu melarang “hal” itu dibawa2 tapi kenyataannya akan selalu ada. Masalah keturunan juga berpengaruh dalam penerimaan pekerjaan dan seleksi calon mahasiswa. Tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia. Perihal ini terinspirasi ketika saya baca kolom opini di harian Jakarta Post yang terbit hari Jum’at kemarin(7/11) dengan judul “Why only race and ethnicity?”. Ketika membaca artikel tersebut, saya mengiyakan setiap kata yang ditulis. Tentang keturunan Afrika yang tinggal di Amerika, tentang keturunan Cina di Indonesia, tentang perbedaan perlakuan Muslim dan non Muslim di Indonesia dst.Sepertinya perjuangan Sumpah Pemuda dan Martin Luther King dalam persamaan ras belum berakhir.

obamaTerpilihnya Barrack Obama sebagai presiden Amerika kulit hitam pertama membawa banyak harapan bagi seluruh penduduk dunia. Kita tahu bahwa mayoritas penduduk Amerika  berkulit putih, namun kali ini Obama membuktikan bahwa warna kulit bukanlah segalanya.”America can change and yes we can!” adalah kalimat yang selalu dulang2 dalam pidato kemenangannya di Chicago. Yes we can, tidak hanya Amerika saja yang berubah, kita juga bisa.

Bukan berarti kita meniru Amerika. Tapi kita bisa optimis untuk berubah. Memang kita telah dilarang untuk mengungkit “hal” itu, tapi kenyataannya makin dilarang justru makin gencar. Memang sulit untuk menyudahinya. Saya mengalaminya dalam kehidupan sehari2. Lanjut membaca

Sepanjang Masa

 

 

                                                                                                                                              Metamorfosa adalah proses perubahan bentuk suatu mahluk hidup, yang mengalami metamorfosa sempurna di dunia ini adalah kupu-kupu. Mulai dari ulat hingga menjadi kupu-kupu yang cantik.

Dalam hidup kitapun pasti ada suatu perubahan yang tanpa kita sadari terjadi, dan itu pasti akan terjadi sepanjang masa hidup kita.

Setelah lama berpisah, tanpa disadari kita pasti berubah, dan saat bertemu kembali mungkin kita tetap meninggalkan ciri khas tersendiri yang tak terlupakan oleh orang-orang di sekitar kita. Seperti kupu-kupu yang mengalami metamorfosa sempurna, walaupun sebelumnya ia hanya ulat, tapi setelah ia menjadi kupu-kupu pasti akan tetap mengenangnya. Walaupun sayapnya telah patah, tapi ia tetap kupu-kupu.

 

Metamorfosa sepanjang masa. Itulah tema yang diangkat dalam rangka reuni akbar alumni FK Unpad hari Sabtu kemarin di kampus FKUP Jatinangor. Reuni ini diadakan dalam rangka Dies Natalis FKUP ke 51. Yang diundang mulai dari angkatan pertama kampus ini berdiri (angkatan 1957) sampai angkatan termuda. Pasti terbayang yang hadir pasti sudah angkatan nenek kita dulu.

 

Walaupun teringat ketika pertama kali berjumpa dengan teman, kita ini masih mahasiswa ‘culun’ yang baru lulus SMA. Kurus-kurus. Kucel.Mata sembab karena kebanyakan begadang. Tegang saat dapat penguji yang killer. Kaki-tangan pegal karena jaga dan dorong2 brankar. Tidak tahu dunia karena keseringan di UGD dan OK. Ditolak cintanya. Diputusin pacar.Dan…penderitaan lahir batin yang tak  terhitung lainnya…hiks…Eits…tapi tak hanya penderitaan kok, banyak juga senangnya, walaupun sibuk jaga dan ujian, kita tetap bisa nyempetin jalan-jalan, ketawa ha2 hi2, konsul gastro(istilah kita untuk makan) dsb

Namun itu hanya masa lalu. Sekarang semua telah berubah. Dan walaupun berubah dan lama tak bertemu kita tetap saling mengingat. Melepaskan rasa kangen kita dengan tawa dan canda.

 

Perubahan itu sangat beragam. Ada yang tadinya kurus jadi cenderung obes, yang culun jadi keren, yang hitam jadi putih, yang rambutnya pendek jadi gondrong…dsb…dsb. Tapi sebagai teman kita tetap saling mengenal (walaupun banyak juga yang lupa nama) dan melepas nostalgia.

 

Bukan hanya teman saja yang berubah, tapi tempat juga berubah. Kampus Jatinangor tempat kita kuliah dulu hanyalah bangunan di tengah ‘padang pasir’, tidak ada pohon satupun dan panas matahari sangatlah menyengat. Sekarang berubah total jadi asri, lapangannya jadi hijau lengkap dengan saung, air mancur dan kembang dimana-mana. Tapi yang pernah kuliah disitu dulu (sejak angkatan ± 1994, sebelumnya kuliah di daerah Dago dan RSHS di RK1&RK2) tetap mengenangnya sebagai tempat yang memorial. Masih ingat dimana kita berantem dengan teman, dimarahin dosen, tempat PDKT, tempat nongkrong dsb.

Perubahan ada namun kenangan pastilah ada. Sepanjang masa.

 

           

 

Pemandangan kampus sekarang di depan lab Faal dan lab Kimia– sangat jauh dibandingkan dulu yang sangat gersang panas.

                                                                               

Acaranya sangat meriah dan pengunjungnya juga banyak. Dihadiri oleh gubernur, bupati dan beberapa petinggi daerah Jabar. Rasanya memanng sulit terbayang bisa banyak yang hadir, mengingat alumninya pasti sudah tersebar dimana-mana. Tapi ketika saya mendaftar, ternyata takjub juga melihat isi buku tamunya karena banyak yang hadir dari angkatan ’58, ’70-an dan’60-an, ketika saya juga belum lahir. Selain acara panggung dsb, diadakan juga beberapa stand pameran dari berbagai department di RSHS seperti neurology, mata, faal, mata, mikrobiologi, bedah urology, orthopaedy, kulit, anestesi, Unit Penelitian dsb. Dari tiap department memyajikan temuan-temuan terbaru atau yang menjadi ciri khas dari lab.nya.

 

 

stand bagian faal

stand bagian faal

 

tayangan video tentang Testicular Sperm Extraction dari Urology
tayangan video tentang Testicular Sperm Extraction dari Urology
 
 
 

 

Waktu pasti kan terus berlalu, seiring berjalannya waktu.

Kita juga pasti berubah dan berpisah.

Namun kenangan pasti ada.

Kenangan akan teman, dosen, suster, bidan yang mendidik kita.

Tak terlupa jasa para staf lainnya, yang mengabdi demi kita.

Tanpa kalian kita tak dapat meraih cita-cita.

Jasamu kan selalu dikenang sepanjang masa

 

           

 ”Prof.Eman” (baju biru); petugas lab. parasit FKUP selama 42 tahun. Ia dijuluki prof alias profesor oleh mahasiswa karena hapal segala bentuk cacing di balik mikroskop lab.parasit kita.Selama 42 tahun, ia setia menyiapkan mikroskop dan preparat bagi mahasiswa yang akan praktikum. Salut untukmu “prof”…., dengan bantuanmu kita tahu Ascaris, Brugia malayi, Trichuris dll….Terima kasih banyak….

Disebelahnya adalah temanku, Brady, yang juga banyak menolongku selama kuliah.

Masih banyak pula teman2 yang lain, yang membuatku merasa hutang budi saat kuliah, namun banyak yang tak hadir dan tak sempat kuambil fotonya.

Terima kasih banyak untuk semuanya, semoga Tuhan membalas jasa kalian sepanjang masa

Lanjut membaca