Hari gini masih nerima kartu lebaran??kayaknya ga mungkin lah yaaw,,zaman internet dan sms-an kayak sekarang pasti ucapan lebarannya lewat HP dan segala macam gadget. Tapi suer, kemarin gw memang menerima kartu lebaran dari apotek tempat gw praktek.
Yaaah,,,sebenarnya kartu lebarannya tidak diterima via pos kayak zaman dulu. Kebetulan orang apotek memberi hadiah lebaran yang ada kartu lebarannya. Sebenarnya biasa kan sekitar lebaran orang suka memberi – seperti sedekah – walaupun ada koar2 dilarang lagi memberi parcel. Mungkin dulu parcel identik dengan suap, jadi makanya dilarang toh
Tapi sekarang uang suap masih ada aja kok…
Ngomong-ngomong yang gw terima juga bukan parcel, hanya bingkisan biasa tapi terharu saat menerimanya. Karena sangat tak disangka waktu menerimanya. Sepertinya gw tak pantas menerimanya.
Bicara soal kartu lebaran, biasanya sekarang sih bingkisan lebaran pun sudah jarang ada kartu lebarannya. Biasanya cukup ada selembar kartu ketikan sendiri yang isinya foto hasil editan atau browsing dari internet yang dicetak, lalu baru ditanda tangan.
Tapi ini beneran kartu lebaran. Kartu lebaran jadul yang isinya “Selamat Idul Fitri 1 Syawal, Maaf Lahir Batin.” Bahkan tahun hijriyah-nya pun di tip-ex, mungkin ini sisa tahun lalu karena jarang digunakan – maklum sudah sering sms-an – tapi jadi lebih terasa lebarannya
Saat menerimanya, jujur aja gw menangis, karena hadiahnya terlalu bagus. Memang isinya bukanlah emas-atau berlian tapi…rasanya sangat yang ‘sesuatu banget’ lah. Isinya dinner set. Menangis saat buka bungkusan kadonya karena sepertinya aku tak memberi yang senilai kepada mereka.
Namun ada yang berkata itulah bentuk terima kasih dari pemberian seseorang, berarti kita menghargai pemberian mereka.
terima kasih banyak.



