Seorang anggota DPR ‘tertangkap basah’ lagi asyik nonton tayangan porno dari gadget pribadinya. Dia pun terus menyangkalnya. Bodohnya lagi saat menyangkal, terlihat sekali gaya bicaranya yang emosi, jauh dari gaya seorang intelek. Dia bilang dia tidak nonton dia ‘hanya’ melihat beberapa menit. Apa sih bedanya nonton dan lihat? Anak TK bilang nonton tivi itu liat tivi dan berhubung dia anggota DPR yg identik dengan anak TK (kata alm.Gus Dur) berarti dia “nonton”.
Beliau menyangkal dgn mengatakan tak sengaja membuka link dari email yg dikirim padanya dan tyt isinya ‘begituan’ lalu langsung menutupnya. Biasanya set.kita membuka link yg kita tidak tertarik..waktunya hanya bbrp detik, tidak sampe 2 menit Pak! Lagipula terlihat jelas Arifinto ketika terekam oleh wartawan tampak asyik melihat tayangan di layar gadgetnya. Saking asyiknya dia sampe ga ngeh kalo di belakangnya ada fotografer yang nge-shoot nya atau tampak masa bodo dengan rekan2nya yg baru saja walk out soal pembuatan gedung baru DPR. Jangan ngeyel aja Pak, massa tuh tidak sebego teman2 anda
Ijazah kita justru asli tidak asal dibeli.
Parahnya lagi sikap anggota DPR ini justru saat sidang. Lagi2 ada aja kelakuan buruk anggota DPR saat sidang selain tidur, ngomdo, fesbukan, twitteran..jauh lebih buruk dari anak SD..memang cocok jadi anak TK. Yaah..dan yg tertangkap basah nonton porno (lihat) baru 1 orang entah yg tidak ketahuan.
Lagipula..untuk kelakuan spt itu sama saja spt kita baca buku, menjahit di kala senggang alias kebiasaan. Yaaah bisa jadi bukan satu kali pula yg ketangkep basah melakukan ‘hal’ itu satu kali. Soal dia mengundurkan diri, bisa jadi biar lebih sering kali yah pak..dan ga ketahuan bukan soal kebersihan partai.
Lebih parah lagi pendapat di twitternya Tiffatul Sembiring (mentwitnas-mentri pertwitteran nasional);mentri yg ngurusin departemen tuit2..tiap detik kerjanya twitteran mulu sampe jempolnya kapalan. Di twitternya, membandingkan kelakuan nonton porno saat sidang dengan dosa besar. Intinya hal itu bukanlah dosa besar,dan membela sikap Arifinto..entah krn satu partai, dia jg menyanjung saat dia keluar dari dewan. Dan mau menyelidiki situs yg dikunjungi Arifinto (atau mau ikutan nonton juga). Memang bukan dosa besar, tapi bila dilakukan berkali2 suatu kebiasaan yg menyimpang dari ajaran agama, bukankah itu juga dosa?
Lagipula aneh pernyataannya Tuitfatul ketika menjunjung sikapnya anggota dpr yg angkat kaki begitu saja. Seolah2 dia malah tidak mau bertanggung jawab akan sikapnya padahal masih banyak tanggung jawab lainnya di sidang ..salah satunya yah soal gedung mewah DPR. Kesannya malah memanfaatkan sikon untuk lari dari tanggung jawab dan ….malu..,mungkin sudah cukup fasilitas yang didapatnya sbg anggota DPR.
Sungguh malang negeri ini. Bagaimanakah para pemimpin dan penguasa di negeri ini? Yang satu gemar nonton porno..sementara menterinya sibuk twitteran melulu..DPRnya malah berencana membangun taman bermain untuk siswa taman kanak-kanaknya.
Sampai kapankah ada pemimpin adil yg bijak dan pandai di negeri ini??


