Poster kampanye untuk Pilkada tertempel dimana-mana. Beberapa bulan yang lalu untuk Pilkada Propinsi dan sekarang untuk Pilkada Walikota. Belum lagi poster dari beberapa partai politik. Dalam satu tiang listrik saja hampir seluruhnya tertempel untuk poster-poster kampanye.
Dan beberapa sisa poster atau yang tak terlekat rapat bersliweran di jalan-jalan. Apalagi untuk musim kemarau panjang seperti sekarang, angka polusi semakin meningkat.
Konferensi yang diselenggarakan di Bali dalam rangka Hari Bumi beberapa waktu lalu, sepertinya hanya menjadi hal percuma saja bagi para calon pemimpin di negeri kita. Mereka tak peduli soal pemanasan global, nasib bumi karena penebangan pohon yang juga merupakan nasib seluruh umat di muka bumi ini; yang dipikirkan para calon pemimpin itu hanyalah nasibnya diri sendiri. Mereka hanya menebar janji dan pesona di mata publik agar dapat dipilih menjadi gubernur, walikota, anggota legislatif atau seorang presiden. Mereka sama sekali tak ngeh jika rakyat yang akan mereka pimpin itu sama-sama berada di muka bumi, bumi yang sedang terancam keselamatannya karena keegoisan manusia itu sendiri.
Justru karena ulah kampanye mereka, keselamatan bumi makin terancam. Karena mereka semakin menghamburkan kertas untuk poster-poster kampanyenya. Kertas-kertas poster itulah yang memperbanyak penebangan pohon di bumi ini. Karena poster-poster kampanye itulah bumi semakin memanas. Lanjut membaca