Kampanye dengan Kertas Bekas

Poster kampanye untuk Pilkada tertempel dimana-mana. Beberapa bulan yang lalu untuk Pilkada Propinsi dan sekarang untuk Pilkada Walikota. Belum lagi poster dari beberapa partai politik. Dalam satu tiang listrik saja hampir seluruhnya tertempel untuk poster-poster kampanye.
Dan beberapa sisa poster atau yang tak terlekat rapat bersliweran di jalan-jalan. Apalagi untuk musim kemarau panjang seperti sekarang, angka polusi semakin meningkat.

Konferensi yang diselenggarakan di Bali dalam rangka Hari Bumi beberapa waktu lalu, sepertinya hanya menjadi hal percuma saja bagi para calon pemimpin di negeri kita. Mereka tak peduli soal pemanasan global, nasib bumi karena penebangan pohon yang juga merupakan nasib seluruh umat di muka bumi ini; yang dipikirkan para calon pemimpin itu hanyalah nasibnya diri sendiri. Mereka hanya menebar janji dan pesona di mata publik agar dapat dipilih menjadi gubernur, walikota, anggota legislatif atau seorang presiden. Mereka sama sekali tak ngeh jika rakyat yang akan mereka pimpin itu sama-sama berada di muka bumi, bumi yang sedang terancam keselamatannya karena keegoisan manusia itu sendiri.

Justru karena ulah kampanye mereka, keselamatan bumi makin terancam. Karena mereka semakin menghamburkan kertas untuk poster-poster kampanyenya. Kertas-kertas poster itulah yang memperbanyak penebangan pohon di bumi ini. Karena poster-poster kampanye itulah bumi semakin memanas. Lanjut membaca

Berusaha Ramah pada Lingkungan

Setelah baca artikel dari Dewi Lestari (Dee) yang mengatakan bahwa pada akhir 2008 ini seluruh lautan Arktik akan mencair karena pemanasan global rasanya seram juga membayangkannya. Tak heran sekarang banyak kejadian tanah longsor, banjir pasang dan sebagainya. Tak  terasa efek dari pemanasan global semakin merugikan kita. Dan sebenarnya pemanasan global juga terjadi akibat ulah manusia sendiri. Jadi seperti lingkaran setan saja, kita ber-ulah dengan menggunakan AC, sampah plastik dimana-mana, pembalakan liar dsb yang mengakibatkan pemanasan global yang efeknya juga merugikan manusia.

 

Kalau dipikir2 bagaimana yah caranya untuk memperbaiki kondisi alam. Mau menanam pohon tapi sekarang tanahnya sudah habis untuk area parkir, pembuatan jalan atau area perumahan. Dee juga mengatakan bahwa semuanya dimulai dari diri kita masing2. Asal ada tekad pasti bisa kita lakukan. Mulai saja dari yang mudah kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Dee pernah melakukan acara talk show di TV swasta mengenai hal ini, tapi Dee sangat kecewa karena acaranya sangat singkat terlalu banyak dipotong durasinya untuk iklan dsb.

 

Bila di akhir tahun ini saja lautan Arktik sudah mencair berarti memang harus mulai dari sekarang kita berupaya melestarikan lingkungan. Ada masukan bahwa untuk itu kita harus sesering mungkin menggunakan kertas bekas supaya mengurangi penggunaan kayu yang didaur menjadi kertas, berarti juga mengurangi penebangan pohon. Kuakui memang sudah kulakukan. Di tempat kerja aku memang jarang menggunakan kertas, biasanya jika ingin menggunakannya pun aku menggunakan kertas bekas. Awalnya aku merasa sudah berhasil ramah pada lingkungan. Tapi setelah kupikir2, aku baru menyadari dalam keseharian hidupku aku tak pernah lepas dari tissue, kertas dan buku. Lanjut membaca