Arisan

Arisan adalah semacam tradisi atau kebiasaan yang sudah dikenal di kultur Indonesia, entah di negara lain, semacam mengumpulkan uang dari beberapa orang tiap periode dan secara bergilir setiap anggota yang mengikuti arisan tersebut mendapat jatah dari hasil uang yang sudah dikumpulkan tersebut. Biasanya dilakukan dengan cara dikocok melalui nama yang digulung sekecil mungkin lalu dimasukkan ke dalam gelas yang ditutup dan diberi lubang sebesar sedotan setelah itu keluar sebuah gulungan kertas sebagai “pemenang” yang mendapat jatah uang tersebut.
Di Indonesia, arisan populer di kalanngan ibu-ibu, biasanya diadakan di tiap RT atau mengatasnamakan organisasi, pengajian, dsb. Arisan ini berfungsi juga sebagai ajang silaturahmi karena bisa mengumpulkan beberapa orang sekaligus ngobrol dan minum teh.
Selain itu ada juga arisan keluarga, diadakan bulanan atau tergantung perjanjian, tujuannya supaya ada pertemuan antar anggota keluarga, sepupu, keponakan, tante, kakek, nenek, dsb yang beda kota agar dapat silaturahmi.
Tradisi arisan ini juga mengilhami dibuatnya film Arisan! yang dirilis tahun 2003, dibintangi oleh Tora Sudiro dan Cut Mini dan berhasil meraih 5 penghargaan utama pada Festival Film Indonesia 2004.
Arisan memang tradisi yang baik mengingat tujuannya untuk silaturahmi dan menolong saudara kita yang mungkin sedang membutuhkan uang.
Namun bila melihat caranya sekilas seperti judi, kocokan nama ibarat dadu di meja judi…dan bila sudah menang bersorak dan menagih yang belum bayar.
Apakah hukumnya arisan?
Pertanyaan, “Apa hukum arisan? Arisan adalah sekumpulan orang yang menyerahkan sejumlah uang setiap bulan sehingga ada orang yang secara bergilir mendapatkan uang-uang tersebut setiap bulannya. Apakah ini termasuk transaksi hutang piutang yang membuahkan manfaat tambahan?”
Jawaban Syaikh Abdul Azizi ar Rajihi, “Hal ini hukumnya adalah Lanjut membaca

SMASH (Senam Modern dan Angklung Sambil Lesehan) ^_^

Sabtu kemarin,pas weekend sekaligus awal April 2011; dirayakan ulang tahun himpunan karyawan ke-12. Sepertinya sudah jadi tradisi acara ultah pasti diisi dgn olahraga pagi. Yah.itung2 supaya kita sehat laah pagi2 menghirup udara segar krn penat kerja seminggu dan banyak pula karyawan yg jarang olahraga. Sekalian silaturahmi..olahraga santai pagi2. Tahun2 sebelumnya biasa jalan santai..tapi kali ini sedikit gebrakan dengan acara senam aerobik! :)

So…di pagi yang cerah sekumpulan orang dengan kaos orange dan hijau di lengan kiri dan kanannya sudah pada ramai di jalan pasteur untuk registrasi dan mengumpulkan kupon doorprize dengan harap2 mendapat grand prize.

Ketika matahari mulai menyinari lapangan berumput segar, kita semua berbaris rapi untuk mengikuti 3 orang instruktur senam. Senam aerobik yang lumayan heboh dengan alunan musik remix trus selama senam banyak pula para fotografer yang sibuk jeprat-jepret para pesenam. Banyak juga siih peserta yang tidak bisa full mengikuti senam krn capek, or tak terbiasa olahraga…pas setengah acara senam malah duduk2 di gazebo sambil senam mulut :p
Rasanya fresh banget bisa senam rame2 di pagi yang cerah…..

Selesai senam kita langsung di’giring’ ke lapangan belakang buat acara hiburan selanjutnya. Sangat berbeda nuansanya…di lap.depan kita menikmati senam dengan gaya dan musik modern tapi di lap.belakang terasa nuansa yang khas sunda tradisional. Kita rehat dengan snack sambil lesehan lalu kita main angklung tralalaaaa….Alat musik dari bambu yang dibawakan oleh saung mang udjo. Saat rehat juga diselingi dengan games psikologis yang lumayan untuk mengusir bosan dan kantuk. Tak kalah asyiknya kita bersama2 ngaliwet dengan nasi liwet dari kastrol sembari menikmati hiburan calung lokal ..lokal dari HIKA n tayang perdana..tapi kereeen. !! :D

Perut kenyang..hati senang..meskipun tidak dapat bersorak girang karena lagi2 door prize tak dapat menang :)

Dar-der-dor !!!

Kira-kira sekitar minggu kedua Desember 2010, ada main tentara-tentaran sama crew kantor. Judulnya memang outbound dan sejenis itulah….semacam kegiatan yang sedang populer sekarang, permainan di alam bebas, nuansa hutan, gunung …yang jelas kita lepas dari kehidupan kota yang padat.

Hanya saja nuansa permainan ini dibuat beda, kita semacam sedang ikut latihan Akmil. Pas berangkat kita pake baju tentara-tentaraan. Udah gitu kita pergi ke daerah Lembang…dan diturunkan di hutan pinus di sana. Track-nya memang sangat alami, licin dan terjal…lumayan ngos-ngosan karena melalui beberapa batu dan tanjakan untuk sampai tiba di lapangan utama.

Di lapangan kita langsung apel pagi. Dibuat suasana yang…yah memang kayak latihan di Akmil ^_^. Kita dilatih disiplin dengan teriakan sana-sini oleh instrukturnya, dan juga dengan gertakan latihan peraturan baris berbaris yang mungkin kita semua sudah lupa…karena hanya setahun sekali ikutan upacara.

Memang segala macam teriakan dan aturan displin baris berbaris ini jadi terkenang lagi masa-masa SMA dulu. Jadi ingat waktu trip observasi SMA dulu…memang serupa seperti ini, hanya bedanya dulu waktunya seminggu penuh, pake seragam SMA dan tiap orang memegang tongkat bambu, ditambah lagi selalu push up dan scot jump untuk tiap punishment.

Nah, kali ini bedanya…kita hanya dua hari, pake baju ‘tentara’, ga megang tongkat, ga ada punishment buat kesalahan kecil,…tapi ada satu keunikan…dilengkapi dengan letusan senjata!!yah…kayaknya emang senapan bohongan, tapi bunyinya beneran, kayak petasan jangwe gitu lah. Dan selalu bikin kita kaget, karena bunyinya tak pernah disangka-sangka. Sering kalo kita lagi asik berleha2 langsung deh…”dar..der..dor..” setiap ada bunyi letusan kita diwajibkan lari berlindung dan tiarap di tempat aman. Persis di Akmil…hanya bedanya disini masing2 peserta tidak ikutan bawa senjata :P

Intinya kita belajar berlindung bila ada bahaya dan dilatih Lanjut membaca

Kado Ulang Tahun

Ulang tahun minggu lalu dikejutkan dengan berbagai hadiah dari saudara dan teman terdekat. Hadiah dari saudara kandung maupun orang tua sudahlah tradisi tiap tahun, jadi tak kaget lagi bagi umurku yang sudah setua ini ^_^ Walaupun aku tetap suka dengan hadiahnya.
Sedangkan hadiah dari teman…yah sejak entahlah usia berapa, yang memberikan hadiah ulang tahun hanya 1-2 orang saja. Aku bukan anak kecil yang merayakan pesta ulang tahun di sekolah dan mengharapkan setiap orang membawa kado.

Tapi tahun ini sungguh special buatku, aku mendapat banyak kado istimewa tahun ini. Saat ulang tahun minggu lalu aku berencana berbagi kebahagiaan barakah yang masih diberi usia sampai saat ini. Aku mengundang beberapa teman lama saat kuliah, dengan tujuan sekalian reuni karena sudah belasan tahun kita tak bertemu. Tak semua bisa hadir karena sibuk. Tapi beberapa menyempatkan diri untuk hadir di tengah hujan deras Bandung saat itu, bahkan ada yang membawa keluarganya segala dari rumahnya yang cukup jauh. Itu saja sudah kado special buatku. Semalaman kita berbicara melepas rindu sampai lupa foto2 narsis saking asyiknya ngobrol ^_^ Namun yang tak disangka lagi ternyata mereka masing-masing membawa souvenir kado buatku.

Kado yang lebih surprise lagi adalah ucapan selamat dari sobatku yang tinggal di Slawi, Jawa. Sudah cukup lama aku kehilangan kontak dengannya, dia ganti no. HP dan info dari keluarganya dia kehilangan no. HPku…jadi kita sudah tidak lama tidak kontak, namun tak disangka dia sms aku pada hari ulang tahunku! Kado yang sangat simple namun paling istimewa buatku tahun ini.

Masih ada kado yang lebih surprise dan tak disangka. Berupa buku “Life is Choice”-Hidup adalah Pilihan karya Parlindungan Marpaung dan jam dinding dari kantorku. Yang ini sangat Lanjut membaca

Ulang Tahun Terindah

Seumur hidupku sampai detik ini, tahun ini aku benar-benar merasakan perayaan ulang tahun terindah seumur hidupku. Awalnya aku masih ragu melaksanakan rencana perayaan ulang tahun ini dalam soal waktu dll. Tapi berkat support dari bu Haji (salah satu rekan kerja – Ida – belum haji tapi biasa dipanggil bu Haj, insya Allah dia juga akan naik haji); alhamdulillah akhirnya terlaksana juga. Hanya dalam waktu kurang dari seminggu semuanya bisa berjalan cepat berkat bantuan bu Haji.

Hari Senin kemarin (7 des) aku minta tolong dengan teman kuliah, tapi sayangnya waktu kita tak bisa kompak, akhirnya besoknya aku ditolongin bu Haji. Saat itu juga pas jam istirahat kantor kita langsung ke panti asuhan bayi sehat Muhammadiyah di jalan Purnawarman, Bandung. Kita janji dengan pengurusnya kapan waktu yang tepat dan berapa orang yang ada di sana. Hehe…lucunya, pas pulang salah arah, bu Haji nyetir mobilnya ke jalan yang satu arah dan kita menuju arah yang bertentangan. Otomatis banyak yang ngomel ke kita hehe…Karena laper kita makan siang dulu di Grandia.

Begitu sampai di kantor, aku nanya Imel no.telepon orang yang biasa bikin tumpeng untuk acara kantor. Aku langsung pesan untuk 75 orang. Besoknya bu Haji bantuin aku lagi untuk beli gimmick2 untuk anak-anak di panti asuhan. Cukup heboh juga kita pas belanja karena waktu istirahat yang mepet banget dan supermarketnya juga tak menyediakan kemasan dalam satu dus. Yah, akhirnya aku sama bu Haji ngitung2 sendiri deh jumlah barang yang mesti dibeli. Walhasil? kita nyampe kantor lagi jam 13.10!alias sudah masuk 10 menit jam kerja hehe…deg2an juga name tag-ku bakal ditahan sama orang SDM. Alhamdulillah, kita selamat,tapi belum makan siang hihi…

Hari Kamis-nya, pas tepat ulang tahunku, aku merayakan sederhana saja di kantor, cukup bawa kue bolu saja. Tapi subhanallah, ucapan dan doa dari teman2 membuatku terharu …padahal hanya sekedar kue bolu. Nah, hari Kamis dan Jum’at itu; aku dan bu Haji masih sibuk kasak-kusuk soal ulang tahunku di panti asuhan, urusan konfirmasi dsb. Di rumah aku juga sibuk sendiri membungkus gimmick2 buat anak2 yatim itu.

Akhirnya, pas Sabtu kemarin terlaksana juga deh semuanya. Sesuai janji, aku baru bisa melaksanakannya jam 4 sore, karena sebelumnya mereka juga ada acara. Siang2 aku sudah siap mengepak dan mengecek barang yang harus dibawa.
Subhanallah, acarnya sangatlah sederhana, tanpa balon atau asesoris lainnya. Aku berkumpul bersama puluhan anak yatim serta pengurusnya. Sebelumnya ibu Ria, salah seorang pengurus di sana, menanyakan ini usiaku yang ke berapa? Agak malu juga sih nyebutin usiaku yang sudah tuwir ini, tapi aku ngomong jujur dengan tenang.
Ketika membuka acara, ibu Ria memperkenalkanku kepada semua yang hadir di sana, semuanya mendengarkan baik-baik. Ibu Ria juga menyebutkan usia ultahku kali ini, tapi entah kenapa kali ini aku tidak ada rasa malu atau gengsi (dibandingkan bila di depan teman-temanku yang lain) ketika ibu Ria menyebutkan usiaku yang jelas jauh lebih tua dibandingkan anak-anak yang hadir di situ. Dan ibu Ria juga meminta agar semua yang hadir membaca doa dimulai dari surat Al Fatihah, lalu dia pun mendoakan agar semua yang hadir mendoakan agar aku Lanjut membaca