“Innama amalu binniat” Segala amalan tergantung dari niat.
Kita berangkat ke sekolah beragam niatnya, ada yang ingin belajar, ingin ketemu kakak kelasnya yang ganteng, ada yang ingin main basket dengan teman2 se-gank-nya, ada yang ingin menikmati baksonya yang enak di kantin dan masih macam2 lagi niatnya. Tiap orang pasti punya niat yang berbeda.
Segala macam pekerjaan, kegiatan sehari-hari, ibadah semuanya tergantung dari niat.
Untuk memulai sesuatu, niat dulu yang diutamakan.
Shalat jam 12 malam misalnya, bisa jadi shalat Isya, shalat Istikharah, shalat Hajat, shalat Tahajud, shalat Tasbih, atau shalat Witir. Tergantung dari niat yang melaksanakan shalat.
Melaksanakan ibadah haji pun bisa wajib, atau bahkan bisa jadi haram. Tergantung niat yang melaksanakannya. Niat untuk beribadah atau supaya mendapat gelar agar bisa diangkat menjadi tokoh masyarakat. Walaupun menjalankan ibadahnya haji sama dengan jamaah lainnya tapi nilai amalannya berbeda.
“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah semesta alam”.
Kala seseorang niat shalat untuk Allah, namun tiba-tiba di tengah shalatnya dia sakit, mendadak tak sadar, dan saat sadar dan sehat waktu shalatnya telah habis.Maka shalatnya tetap dianggap sah karena niatnya ikhlas karena Allah, saat mendadak sakit itupun di luar keinginannya..dan Allah Maha Tahu.
Begitu pula dengan segala aktifitas kita semuanya kembali kepada niat. Belajar, bekerja, beramal, dsb tergantung kepada niat.
“Segala amal perbuatan bergantung kepada niat. Dan setiap orang akan memperoleh pahala amal perbuatan sesuai dengan niatnya…”(HR.Bukhari)
Innama amallu binniat..







