Garing

Dalam bahasa Indonesia baku, ternyata arti kata “garing” adalah renyah, gurih, keras dan bila kata ini diterjemahkan dalam bahasa Inggris menjadi “crisp” atau “crispy”.
Sedangkan dalam bahasa Sunda (Jawa Barat); garing bermakna kering.
Nah, sekarang yang kita bingung kenapa banyak orang yang berkata “garing lu” bila ada temannya yang sedang berusaha melawak atau habis tertawa atau kadang sehabis menonton tayangan TV, tanggapannya :”ini sinetronnya garing banget sih”. Maksudnya dimanakah arti kata garing dalam kalimat tersebut? Apakah maksudnya lawakan temannya renyah dan gurih atau sinetronnya yang terlalu kering sehingga TV-nya perlu diguyur dengan air? Yang jelas bukan keduanya.
Ada arti “garing” lainnya yang tak tertulis dalam kamus bahasa Indonesia EYD atau bahasa daerah manapun…, namun justru itu yang membuat kata ini populer dan sering diucapkan. “Garing” termasuk salah satu dalam bahasa gaul yang berarti hambar, ga lucu, lucu tapi aneh dsb…ini ada dalam kamus gaul seperti kata “lebay”, “sotoy”, “meneketehe” dsb.

Makna “Garing”

Bila ada teman yang berkata “garing lu!”. Nah itu apa arti sebenarnya? Apakah maksudnya joke kita ga lucu atau dia ga suka sama omongan kita?
Itu tergantung dari ekspresi yang mengucapkan kalimat itu. Bila teman Anda tertawa terbahak-bahak sampai keluar air mata, lalu berkata “garing” berarti dia sebenarnya mengakui bahwa joke kita beneran lucu, artinya garing dalam arti bahasa Indonesia sebenarnya maksudnya gurih, renyah, enak, joke kita benar2 enak dan menghibur seperti kripik kentang pedas buktinya dia sampai keluar air mata. Joke-nya sepertinya memang mengandung lemak makanya gurih, tapi teman kita masih gengsi bilang kita lucu, makanya kita dibilang “garing”.
Nah, lain lagi bila teman Anda bicara “garing” bila Anda nge-joke, dia tertawa sambil ngomong garing ditengah2 pembicaraan Anda belum selesai. Maksud nya disini joke Anda kreatif, yaah ga lucu2 banget sih, tapi lumayan lah usaha Anda untuk menyegarkan suasana.
Bila lawan bicara Anda ngomong “garing” dengan kalimat singkat dan datar tanpa ekspresi apa pun dan ngomong diselangi jeda setelah diam beberapa saat, itu artinya kita memang ga lucu sama sekali dan lawan bicara kasihan aja sama kita daripada ga ada yang ngasih respon sama sekali yah udah deh cukup satu kata saja.
Kalau lawan bicara ngomong “garing” setelah Anda agak lama bicara, dan lawan bicara ngomong “garing” dengan kening yang berkerut2 itu artinya pembicaraan Anda tak bermakna sama sekali atau lawan bicara Anda sangat lemot untuk mencerna maksud pembicaraan Anda.
Bila lawan bicara ngomong “garing” sambil marah atau ngedumel itu artinya joke-nya sama sekali tak lucu atau cenderung nyebelin. Kayak gini “tayangan OVJ hari ini garing banget sih!” sambil ngebanting remote TV. Nah, kalo ada yang ekspresinya kayak gitu, mendingan stop aja deh nge-joke nya.

Sejarah “Garing”

Aneh kan? Dari kata garing yang artinya gurih,crispy atau kering kenapa bisa jadi bentuk tanggapan terhadap lawakan, kenapa bisa begitu?
Seperti kata pepatah “Karena nila setitik rusak susu sebelanga.” Susu itu kan cair, berlemak dan enak, kalo tumpah yah jadi garing deh.
Sejarahnya dulu ada mahasiswa di Bandung di warung lagi pada ngerumpi ngomongin mahasiswa yang mau bunuh diri cuman gara2 ga lulus ujian bahasa Indonesia sementara ada mahasiswa yang tiba2 pengen beli kerupuk di warung, selagi orang2 ketawa dia bilang kerupuk yang garing sekerasnya. Orang2 pikir nih mahasiswa edan orang lagi ngobrol kok dibilang garing, maka mereka terusin lagi ngobrol yang lucu2 sambil main kartu, namun tiba2 dipotong lagi sama mahasiswa tsb, dia minta minum karena tenggorokannya garing. Sejak itulah “garing” menjadi populer untuk tanggapan obrolan lucu di Bandung yang kini merambah ke Jabotabek.

Fungsi “Garing”

Jangan main-main lho dengan kata garing, kata ini banyak fungsinya.
Salah satunya bisa terbang dan jalan2 jauh dengan Doraemon pake garing-garing bambu (*baling-baling). Atau bila kita lelah, yang kita butuhkan adalah sekedar bergaring di tempat tidur (*baring). Dan yang selalu kita tunggu bila bulan puasa , bila senja adalah muadzin yang garing suaranya. (*nyaring)
Demikian analisa “garing” dari saya yang akan diajukan untuk disertasi tahun depan.
:D

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s