Bonus

Sudah menjadi trend bila pertengahan bulan begini akan datang rezeki yang namanya BONUS!! Isu adanya bonus ini benar2 mengalahkan segala macam isu politik, isu selebritis atau wabah KLB. Semua orang harap-harap cemas menantikan datangnya bonus ibarat menantikan datangnya seorang dewa penolong hidup. Bila bonus yang telah lama diisukan itu benar2 datang, semua orang langsung berwajah cerah dan sumringah. Namun bila bonus tak kunjung datang, mendadak seperti terjadi wabah kelaparan di sebuah perusahaan, semuanya mendadak lesu, sakit dan kecewa berat.

Bonus adalah penghasilan tambahan di luar gaji rutin bulanan di sebuah perusahaan. Bentuknya berupa uang pula. Bisa berjumlah satu kali gaji – full tanpa potongan apapun, dan bisa pula 2-3 kali gaji bulanan..dan ini jelas yang membuat karyawannya semakin bersorak bila mendapat bonus. Tak heran bila bonus selalu dinanti.
Bila bonus tak ada semua pasti kecewa…,semuanya mengeluh sedang butuh,,ya maklumlah siapa sih yang tidak butuh uang? Kebutuhan financial pastilah yang utama dalam kehidupan kita karena uang adalah alat pembayaran yang sah. Dan segala sesuatu harus dibayar dengan uang. Belum lagi harga segala macam barang sangatlah mahal sekarang ini.
Sebenarnya masalah financial kembali kepada kebijakan kita dalam mengelola keuangan.

Tak heran bila identik dengan uang, maka bonus pastilah selalu jadi isu dan trendsetter. Apalagi saat di masa krisis finansial isu bonus cenderung menjadi sindrom akut. Segala macam dikaitkan dengan bonus. Bagi semua orang, bonus ini sudah menjadi waham (sejenis gangguan jiwa). “Nanti saja yah kalau ada bonus…” omongan itu jadi hal yang biasa.

Cukup komplikatif juga sindrom bonus akut ini. Bila bonus datang, semua orang gembira dan lupa diri…langsung berhamburan ke mall, makan enak, shopping, liburan weekend sepuasnya dan foya-foya. Dalam sekejap habislah uang itu. Namun bila bonus tak kunjung tiba, semua orang murung, gelisah, banyak hutang, mengutuk perusahaan dsb.

Sebenarnya yang namanya bonus itu tak hanya dalam bentuk uang semata. Hanya saja selama ini kita sudah larut dalam nikmat harta..yang namanya rezeki bonus yah identik dengan uang. Bonus itu selalu ada dalam hidup kita, bila kita sembuh dari sakit itu juga bonus, bila anak kita lulus ujian itulah bonus, bila ayah naik jabatan, bila kita senantiasa diberi nikmat sehat, bila kita dicintai pasangan, bila ortu menjenguk kita, bila kita naik kelas, bila kita akhirnya bisa naik sepeda…dsb..dsb…itu semua adalah BONUS!!yang tanpa kita sadari kita pun selalu menantinya dan kita pun pasti berbahagia bila mendapatinya. :)
Tak perlu menunggu isu untuk mendapatinya, karena setiap saat kita pun mendapat bonus! :)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s