Menolak Uang Lembur

Bulan lalu aku lembur kerja setiap hari tapi ga nuntut minta uang lembur kantor. Hah? Kenapa ga minta uang lembur? secara itu kan hak buat karyawan,,,no big deal buatku…lagi belajar aja buat ga ikut2an KKN dari sekarang. Hah? so idealis banget sih, yah ga juga sih, sebenarnya alasan lainnya ga mood aja ngisi form realisasi lemburnya :) hehe…Dan ada alasan utama lainnya yang lebih mengganjal, yaitu alasan profesi.

Alasan profesi ini yang membuatku merasa tak layak menerima uang lembur. Profesi lain sebagai seorang karyawan perusahaan adalah sebagai dokter. Akibat lembur, terpaksa aku tidak menjalani kewajibanku di tempat praktek sebagai dokter. Sebenarnya hal ini ga masalah dengan pekerjaan, karena jam praktek di luar jam kerja…tapi akibat lembur bulan lalu yaaah….begitulah :(
Memang pekerjaan banyak bulan lalu yang mewajibkanku masuk di luar jam kerja…aku pun sudah minta izin ke tempat praktekku. Tapi aku tak dapat membayangkan ekspresi kecewa pasien yang datang. Maafkan….
Mungkin memang masih ada dokter pilihan lainnya ada harus ke UGD, tapi itu pasti jadi dua kali kerjaan…karena makan waktu dan biaya untuk pasienku. Pasienku memang tak banyak2 amat sih…tapi aku ga tega aja karena sebulan lembur, mereka jadi perlu ongkos ke tempat yang lebih jauh gara2 dokter di tempat terdekat ga ada.

Yaaah….rasanya ga fair kan? Bila ada yang kehilangan (sehat dan uang) sementara aku menerima segepok uang gara2 meninggalkan tanggung jawab profesiku. Walaupun, mungkin, bila aku praktek pun tetap menerima uang jasa. Tapi asal tahu aja…uang jasa dokter itu tak seberapa, masih jauh lebih besar uang lembur per jam (daripada uang jasa dokter per pasien!!)…Nah berarti kan lebih kelewatan klo gw nerima uang lembur yang pasti besar jumlahnya. Akhirnya ….dalam hati sudah diputuskan dalam hati buat nolak uang lembur, toh aku kerja ikhlas aja bukan buat uang lembur. Lagipula sudah banyak income dari gaji bulanan plus bonus. Itu sudah lebih dari cukup. Kalo dibiasain kerja lembur hanya buat dapat uangnya saja itu namanya ga ikhlas kerja, tapi cuma semata-mata supaya dapat uang lembur.Di perusahaan lain, banyak juga yang lembur tanpa uang lembur…artinya beneran kerja. Dan bila mengingat teman seprofesi lain yang dinas di RS, mereka juga tidak menerima uang lembur meskipun jaga 24 jam, cukup bekerja ikhlas menolong sesama.

Kita bekerja tidak semata2 untuk mendapatkan uang. Tapi demi semua yang di sekitar kita. Bila hanya memikirkan uang alias matre maka bisa timbul otak korupsi dan selanjutnya nama kita bisa ada di daftar KPK :)
Selamat bekerja

psst…selain menolak uang lembur, bulan lalu gw juga bela2in beli tinta printer dua kali tanpa minta duit ganti….haha,,,emangnya anggota dpr yg dikit2 minta uang ganti :P

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s